Dia menambahkan, semoga langkah yang dilakukan Pemerintah Daerah bisa meredam polemik atau kisruh yang terjadi selama ini. Transparansi dan keterbukaan memang sangat diperlukan agar masyarakat mengetahui siapa-siapa yang berhak mendapatkan bantuan sosial tersebut.
“Saya menghimbau kepada masyarakat yang belum menerima bantuan sosial agar tetap bersabar karena sementara dalam proses pendataan, semoga ini terselesaikan dengan cepat dan tepat waktu,” tutup pria yang karib dengan tagline AJL itu.
Sebelumnya Bupati dan Wakil Bupati Wajo Dr H Amran Mahmud – Haji Amran SE meminta maaf karena terpaksa melakukan rapat offline karena menganggap penyaluran bantuan rawan memicu kisruh lantaran data yang disuguhi Kemensos RI merupakan data tahun 2015 yang sudah banyak mengalami perubahan.(Advertorial)
















