Home / OPINI

Sabtu, 16 Mei 2020 - 15:10 WIB

Hadapi Covid 19, Ada Superhero dalam Media Edukasi Cetak untuk Balita

Daya tahan tubuh anak akan membantu mereka menghadapi Covid-19. Ketika daya tahan tubuh anak bagus, penyakit akan sembuh sendiri (self-limiting). Daya tahan tubuh dipengaruhi pula oleh nutrisi seimbang hingga kebersihan. Selain itu, reseptor pada tubuh anak lebih sedikit jumlahnya sehingga mereka lebih jarang sakit ketika terinfeksi Covid-19 namun demikian anak-anak masih bisa mempunyai virus di nasofaring, di belakang hidungnya, di mulutnya, sehingga tetap bisa menularkan. Sehingga disebut carrier. Oleh karena itu, para orang tua untuk menjaga anak tetap di rumah dan mengawasi jarak aman mereka atau physical distancing.
Upaya promosi kesehatan di usia dini memerlukan pemilihan media dan metode yang sesuai agar dapat mencapai sasaran dengan optimal.

Strategi pendekatan bagi balita jelas berbeda dengan orang dewasa. Balita memiliki rentang perhatian yang lebih pendek dan tingkat pemahaman yang lebih sederhana. Masa mereka juga merupakan masa bermain, sehingga diperlukan suatu metode yang menarik dan tidak membosankan. Meski media sosial tengah menjamur, promosi secara nyata lewat media cetak tak bisa ditinggalkan.

Baca Juga:  Menakar Capain Kinerja 2 Tahun Pemerintahan PAMMASE (2)

Hal itu karena media cetak telah dikenal lebih dulu oleh masyarakat ketimbang media sosial. Media cetak merupakan salah satu bentuk media arus utama. Walaupun dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya tahan lama, mencakup banyak orang, biaya yang relatif tidak tinggi, tidak perlu listrik, dapat dibawa ke mana-mana, serta meningkatkan gairah belajar yang tentunya lebih “aman” bagi balita.

Kelemahan media cetak yaitu: media ini tentu saja tidak dapat menstimulir efek suara dan efek gerak, dan mudah terlipat. Media cetak pada umumnya terdiri dari gambaran sejumlah kata, gambar atau foto dalam tata warna. Fungsi utama media cetak ini adalah memberi informasi dan menghibur. Tentunya media edukasi cetak dapat menginformasikan langkah preventif menghadapi covid-19.

Umpan balik yang ingin dicapai adalah orang tua dapat mempraktikkan isi informasi tersebut pada anak balitanya, misalnya media edukasi cetak yang berbentuk alat peraga atau buku bergambar. poster tunggal, poster seri, plipchart, leaflet, brosur, majalah, surat kabar, lembar balik, sticker, dan pamphlet dengan mengangkat tema superhero. Orang tua tidak perlu pusing untuk mencari media edukasi cetak tersebut karena sekarang sudah banyak pihak yang membuatnya.

Baca Juga:  Provokasi di Balik Aksi dan Kontroversi Pernyataan Menteri Agama

Beragam media edukasi cetak untuk balita yang bertemakan superhero seperti poster yang dihadirkan oleh UNICEF, Buku bergambar “Berkenalan dengan Covid-19” oleh Watiek Ideo, dan cerita bersambung “A journey to Againts Covid-19” oleh mahasiswa DKV ITS bisa menjadi pilihan bagi orang tua untuk mengedukasi si kecil selama menghadapi masa tanggap darurat covid-19 di rumah. Bahkan buku mewarnai yang menghadirkan sosok superhero untuk membasmi virus covid-19 juga menjadi pilihan simpel tapi berpengaruh besar untuk si kecil.(*)

Share :

Baca Juga

OPINI

Provokasi di Balik Aksi dan Kontroversi Pernyataan Menteri Agama

OPINI

Digital Leadership dan Arah Kebijakan Pendidikan 2023

OPINI

Mental Muhammadiyah

OPINI

Di Balik Pers Indonesia Berduka

OPINI

Menakar Capain Kinerja 2 Tahun Pemerintahan PAMMASE (2)

OPINI

Optimalkan Segera TPKAD

OPINI

Adakah Potensi Korupsi Dalam Pelaksanaan Kegiatan Bantuan Sehubungan Dengan Cpvid 19????

OPINI

Tahun 2045, Peranku Menuju Indonesia Berkemajuan