MEDIASINERGI.CO WAJO — Sebanyak 122 Guru honorer K2 mendatangi DPRD Wajo Senin, 12 Oktober 2020. Ratusan pahlawan tanpa jasa itu menyampaikan aspirasi terkait kejelasan nasibnya yang sudah 7 tahun belum terima Nomor Induk Pegawai (NIP).
Aspirasi ratusan guru honorer K2 tersebut diterima oleh Wakil Ketua I DPRD Wajo H. Firmansyah Perkesi, Wakil Ketua II DPRD Wajo Andi Senurdin Husaini, Anggota DPRD Wajo H. Sudirman Meru, H. Moh. Ridwan Angka dan Mustari.
Sementara dari Pemkab Wajo yang hadir Sekda Wajo H. Amiruddin, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Faisal,
Kepala BPKPSD Drs. Herman, Inspektur Daerah Saktiar. Dalan aspirasi tersebut juga hadir Ketua PGRI Wajo Muh. Arif.
Kordinator honorer K2, Suhartini, kedatangan mereka di DPRD Wajo untuk memperjelas nasib mereka, yang sudah 7 tahun pasca penerimaan CPNS 2013 belum juga mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP).
Padahal, lanjutnya, hasil seleksi CPNS tahun 2013, 122 orang guru honorer K2 asal Kabupaten Wajo, termasuk dirinya dinyatakan lulus oleh Panitia Seleksi Nasional, tapi Badan Kepegawaian Nasional (BKN), belum menerbitkan NIP sampai hari ini.
Suhartini mengatakan, selama ini dia dan temannya hanya disuruh menunggu terus tanpa ada kepastian. Beberapa kali melakukan aksi juga hanya disuruh menunggu. “Kenapa kami hanya di PHP tanpa kejelasan. Padahal daerah lain kasusnya sama tapi bisa dapat NIP,”ujarnya.
Yani salah satu aspirator mengatakan, sudah tujuh tahun menunggu tapi tidak ada kejelasan. Kalau memang tidak
bisa diangkat jadi PNS katakan sejujurnya. “Tolong kami. Kalau memang tidak bisa diangkat jadi PNS katakan
sejujurnya, kami berhenti mengajar,”ucapnya sambil menangis.
















