Dikatakan, kelangkaan gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram yang berkepanjangan, dinilai berpotensi terjadinya konflik sosial di kalangan masyarakat.
Meski tidak menemukan kecurangan namun kelangkaan bahan bakar elpiji yang biasa disebut gas melon ini dapat menimbulkan dampak negatif yang luar biasa.
Terpisah Kapolsek Tempe AKP Saifullah Syan, SH, mengatakan, kalau pihaknya juga akan mencari tahu penyebab permasalahannya, agar tidak berlarut-larut seperti ini.
“Sesuai dengan kewenangan dan tugas pokok kepolisian, kita akan bantu menyelesaikan persoalan ini, diantaranya mencari tahu penyebab kelangkaan, yang kemudian akan dikoordinasikan dengan dinas terkait,” pungkasnya.
Bahkan, kata dia, tak menutup kemungkinan kelangkaan bahan bakar gas subsidi ini, juga disebabkan ulah para oknum yang menimbun gas tiga kilogram.
“Untuk pihak Kepolisian akan terus menelusuri dan jika ditemukan akan ditindak sesuai dengan proses hukum yang berlaku,” ungkap Saifullah Syan. (tmp)
Editor: Muh. Hamzah

















