Home / Advertorial / Wajo

Kamis, 22 Juli 2021 - 13:49 WIB

Perlu Upaya Serius dan Terus-menerus Cegah Stunting dan Perkawinan Anak

“Untuk menekan perkawinan anak perlu upaya serius, terus-menerus, sinergi seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat. Dengan cara meningkatkan edukasi dan sosialisasi tentang kesiapan fisik, mental, spiritual, sosial budaya, dan ekonomi dalam perkawinan agar perkawinan bahagia serta menghasilkan generasi penerus yang saleh dan unggul,” terang Amran Mahmud.

Amran Mahmud juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial P2KBP3A Wajo atas pelaksanaan sosialisasi ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk langkah strategis untuk mencegah stunting dan perkawinan anak.

“Saya berharap kiranya pembina organisasi wanita dapat mengambil peran penting dalam pencegahan stunting dan perkawinan anak. Dengan meneruskan pengetahuan dan informasi yang diperoleh pada hari ini kepada para anggota dan simpatisan sampai ke tingkat desa/kelurahan,” pesan Amran Mahmud.

Baca Juga:  Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dua Amran (III), Ransang Pertumbuhan Ekonomi Lewat Pembangunan Infrastruktur

Amran Mahmud menyampaikan bahwa pencegahan stunting dan perkawinan anak merupakan ibadah dalam mengemban amanah dan mewujudkan keluarga yang berkualitas melalui perlindungan dan pemenuhan hak anak.

“Stunting dan ketidaksiapan perkawinan akibat perkawinan anak berpotensi untuk meninggalkan generasi yang lemah. Sehingga langkah pencegahan kedua permasalahan tersebut merupakan ibadah kepada Allah sebagaimana tertulis dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa Ayat 9 yang artinya, “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang khawatir terhadap (kesejahteraannya). Oleh sebab itu, hendaknya mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar,” kata Amran Mahmud.

Baca Juga:  Kapolres Wajo Pimpin Apel Siaga, Tekankan Kesiapsiagaan Personel Hadapi Dinamika Kamtibmas

“Saya berharap Pak Kadis Sosial P2KBP3A bisa terus mengawal upaya-upaya pencegahan permasalahan stunting dan perkawinan ini agar kelak generasi kita bisa menjadi generasi yang kuat yang bisa bersaing, bukan generasi yang penyakitan,” pungkasnya.

Kadis Sosial P2KBP3A Wajo, Jahran, menyampaikan pihaknya siap melaksanakan instruksi Bapak Bupati. “Kami akan mengawal upaya pencegahan stunting dan pernikahan anak melalui sosialisasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Kita juga berharap melalui MoU dengan para pembina organisasi wanita akan lebih memasifkan sosialisasi pencegahan permasalahan tersebut,” bebernya.

Kegiatan yang dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 ini turut dihadiri para pembina organisasi wanita. (din)

Editor: Ismail Asnawi

Share :

Baca Juga

Sulsel

Bupati Wajo Andi Rosman Tegaskan Komitmen Genjot Pertumbuhan Ekonomi dan Penguatan UMKM

Sulsel

Bupati Wajo Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Tegaskan Penguatan PAD dan Pembenahan Wajo Energi Jaya

Sulsel

Tanggapi Pandangan Umum Fraksi, DPRD Wajo Gelar Paripurna Jawaban Bupati soal Perubahan APBD 2026

Sulsel

DPRD Wajo Gelar Paripurna Bahas Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Naik Rp90,9 Miliar

Sulsel

Tampil Tak Terkalahkan, Wajo Lolos ke Perdelapan Final Piala Gubernur 2026

Sulsel

BREAKING NEWS: 81 Kursi Bergeser Di Wajo, Andi Rosman: Jabatan Baru Harus Lahirkan Perubahan

Sulsel

BREAKING NEWS: Hari Ini, Peta Birokrasi Wajo Berpotensi Berubah

Sulsel

BPK Sulsel Audit Kinerja PDAM Wajo, Bupati Andi Rosman Minta Jajaran Kooperatif