“Untuk menekan perkawinan anak perlu upaya serius, terus-menerus, sinergi seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat. Dengan cara meningkatkan edukasi dan sosialisasi tentang kesiapan fisik, mental, spiritual, sosial budaya, dan ekonomi dalam perkawinan agar perkawinan bahagia serta menghasilkan generasi penerus yang saleh dan unggul,” terang Amran Mahmud.
Amran Mahmud juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial P2KBP3A Wajo atas pelaksanaan sosialisasi ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk langkah strategis untuk mencegah stunting dan perkawinan anak.
“Saya berharap kiranya pembina organisasi wanita dapat mengambil peran penting dalam pencegahan stunting dan perkawinan anak. Dengan meneruskan pengetahuan dan informasi yang diperoleh pada hari ini kepada para anggota dan simpatisan sampai ke tingkat desa/kelurahan,” pesan Amran Mahmud.
Amran Mahmud menyampaikan bahwa pencegahan stunting dan perkawinan anak merupakan ibadah dalam mengemban amanah dan mewujudkan keluarga yang berkualitas melalui perlindungan dan pemenuhan hak anak.
“Stunting dan ketidaksiapan perkawinan akibat perkawinan anak berpotensi untuk meninggalkan generasi yang lemah. Sehingga langkah pencegahan kedua permasalahan tersebut merupakan ibadah kepada Allah sebagaimana tertulis dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa Ayat 9 yang artinya, “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang khawatir terhadap (kesejahteraannya). Oleh sebab itu, hendaknya mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar,” kata Amran Mahmud.
“Saya berharap Pak Kadis Sosial P2KBP3A bisa terus mengawal upaya-upaya pencegahan permasalahan stunting dan perkawinan ini agar kelak generasi kita bisa menjadi generasi yang kuat yang bisa bersaing, bukan generasi yang penyakitan,” pungkasnya.
Kadis Sosial P2KBP3A Wajo, Jahran, menyampaikan pihaknya siap melaksanakan instruksi Bapak Bupati. “Kami akan mengawal upaya pencegahan stunting dan pernikahan anak melalui sosialisasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Kita juga berharap melalui MoU dengan para pembina organisasi wanita akan lebih memasifkan sosialisasi pencegahan permasalahan tersebut,” bebernya.
Kegiatan yang dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 ini turut dihadiri para pembina organisasi wanita. (din)
Editor: Ismail Asnawi
















