Bupati Wajo, H. Amran Mahmud, memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo atas terobosan dan inovasinya dalam rangka mencegah penyebaran penyakit DBD.
“Terimakasih Direktur P2PTVZ Kemenkes RI, Kadis Kesehatan Provinsi, Puslatbang KMP LAN RI Makassar, yang telah memberikan bimbingan, atas inovasi Kadis Kesehatan Kabupaten Wajo dalam menanggulangi penyakit DBD,” kata Amran.
Amran menyebut penyakit DBD bukan hanya tanggungjawab bidang kesehatan saja melainkan tanggung jawab bersama.
“Berdasarkan data jumlah kejadian DBD dalam 3 tahun mengalami fluktuasi tahun 2018 sebesar 60 kasus, 2019 sebesar 297 kasus, 2020 sebesar 124 kasus, tahun 2021 sampai bulan Juli 115 kasus. Penyebarannya hampir di semua kecamatan, sementara angka kematian akibat DBD hampir setiap ada. Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi penyebab umumnya adalah penderita terlambat dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Masalah yang terjadi saat ini, lanjut Amran, adalah masih belum optimalnya peran serta masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk (psn).
Penanggulangan penyakit dbd yaitu PSN (pemberantasan sarang nyamuk) 3m plus, dimana secara rutin, dan terus menerus menggerakkan terlaksananya PSN mandiri oleh masyarakat yang mencakup : menguras bak penampungan air, menutup rapat-rapat tempat penampungan air, memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk, dan menghindari gigitan nyamuk seperti memakai kelambu waktu tidur atau menggunakan anti-nyamuk oles.
Salah satu upaya mencapai masyarakat wajo yang sehat adalah lingkungan yang sehat terbebas dari penyebab penularan penyakit, utamanya dalam hal ini penyakit demam berdarah. untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari penularan penyakit demam berdarah maka di buatlah suatu gerakan wajo cari jentik (go_cantik) disertai dengan inovasi aplikasi yang diberi nama g0_cantik.
“Gerakan ini sejalan dengan program nasional yaitu gerakan 1 rumah 1 jumantik dan tema asean dengue day (add) tahun ini adalah “bersama lawan dengue.(syaf)
Editor: Manaf Rachman
















