Home / Advertorial / Sulsel

Kamis, 12 Agustus 2021 - 14:03 WIB

Mencegah Penyebaran Penyakit DBD, Pemkab Wajo Launching Gerakan Wajo Cari Jentik

Foto bersama Bupati Wajo H. Amran Mahmud, Wakil Bupati Wajo H. Amran SE, Ketua TP PKK Wajo Hj. Sitti Maryam dan sejumlah Kepala OPD disela-sela Launching Gerakan Wajo Cari Jentik Kamis, 12 Agustus 2021.

Foto bersama Bupati Wajo H. Amran Mahmud, Wakil Bupati Wajo H. Amran SE, Ketua TP PKK Wajo Hj. Sitti Maryam dan sejumlah Kepala OPD disela-sela Launching Gerakan Wajo Cari Jentik Kamis, 12 Agustus 2021.

Bupati Wajo, H. Amran Mahmud, memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo atas terobosan dan inovasinya dalam rangka mencegah penyebaran penyakit DBD.

“Terimakasih Direktur P2PTVZ Kemenkes RI, Kadis Kesehatan Provinsi, Puslatbang KMP LAN RI Makassar, yang telah memberikan bimbingan, atas inovasi Kadis Kesehatan Kabupaten Wajo dalam menanggulangi penyakit DBD,” kata Amran.

Amran menyebut penyakit DBD bukan hanya tanggungjawab bidang kesehatan saja melainkan tanggung jawab bersama.

“Berdasarkan data jumlah kejadian DBD dalam 3 tahun mengalami fluktuasi tahun 2018 sebesar 60 kasus, 2019 sebesar 297 kasus, 2020 sebesar 124 kasus, tahun 2021 sampai bulan Juli 115 kasus. Penyebarannya hampir di semua kecamatan, sementara angka kematian akibat DBD hampir setiap ada. Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi penyebab umumnya adalah penderita terlambat dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Baca Juga:  Ratusan Masyarakat Hadiri Maulid Nabi di Masjid Jami'atul Khaeriyah Siwa

Masalah yang terjadi saat ini, lanjut Amran, adalah masih belum optimalnya peran serta masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk (psn).

Penanggulangan penyakit dbd yaitu PSN (pemberantasan sarang nyamuk) 3m plus, dimana secara rutin, dan terus menerus menggerakkan terlaksananya PSN mandiri oleh masyarakat yang mencakup : menguras bak penampungan air, menutup rapat-rapat tempat penampungan air, memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk, dan menghindari gigitan nyamuk seperti memakai kelambu waktu tidur atau menggunakan anti-nyamuk oles.

Baca Juga:  Wali Kota Munafri Ajak Forkopimda Perkuat Sinergi Hadapi Dinamika Kota

Salah satu upaya mencapai masyarakat wajo yang sehat adalah lingkungan yang sehat terbebas dari penyebab penularan penyakit, utamanya dalam hal ini penyakit demam berdarah. untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari penularan penyakit demam berdarah maka di buatlah suatu gerakan wajo cari jentik (go_cantik) disertai dengan inovasi aplikasi yang diberi nama g0_cantik.

“Gerakan ini sejalan dengan program nasional yaitu gerakan 1 rumah 1 jumantik dan tema asean dengue day (add) tahun ini adalah “bersama lawan dengue.(syaf)

Editor: Manaf Rachman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Respons Aduan di Lontara+, Pemkot Makassar Gerak Padamkan Kebakaran Sampah di Jalan Leimena

Sulsel

Satpol PP dan BPKPD Wajo Bergerak, Reklame Tak Patuh Pajak Jadi Sasaran

Makassar

Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Desak APH Usut Tuntas dan Hukum Berat Kakek Cabuli 32 Murid SD di Makassar

Sulsel

Nasir Rurung Perkuat Peran Pemerintah Lindungi Generasi Muda dari Bahaya Narkoba

SOPPENG

Polres Soppeng Sasar Pelajar, Gencarkan Binluh Narkoba dan Tertib Berlalu Lintas

Sulsel

Auditor KONI Makassar Tegaskan Dana Hibah Cabor Sudah Sesuai Regulasi, Tuduhan LSM Tak Berdasar

Sulsel

Respons Isu Hibah Rp15 Miliar, Ketua KONI Makassar: Sudah Sesuai Aturan dan Disetujui DPRD

Sulsel

Ketua TPAD Makassar: Hibah KONI Legal, Sesuai Seluruh Mekanisme dan Regulasi