“Kebanyakan petani kita itu mau melakukan ketika sudah melihat bukti. Jadi, semakin banyak demplot dengan hasil yang sukses seperti ini, maka bukan tidak mungkin jika hitung-hitungannya lebih menguntungkan, petani kita justru akan menggunakan produk pupuk nonsubsidi yang di demplot seperti saat sekarang ini,” ucap Amran Mahmud.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Wajo, Ashar, mengungkapkan bahwa saat terjadi banjir beberapa waktu lalu, Bupati Wajo segera memerintahkan untuk mengupayakan bantuan.
Akhirnya, proposal permohonan bantuan bibit padi yang diusulkan untuk masyarakat yang sawahnya terdampak, mendapat respons baik dari Kementan.
“Alhamdulillah kita mendapatkan bantuan bibit padi yang diserahkan oleh Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati tadi itu untuk tahap kedua ini ada sembilan kecamatan. Termasuk Kecamatan Pitumpanua dengan jumlah total 402 kelompok tani untuk 7.083 hektare luas lahan dengan jumlah total bibit padi 177.075 kilogram. Khusus untuk Kecamatan Pitumpanua sendiri ini mendapat jatah sebanyak 5,3 ton untuk 21 kelompok dengan luas lahan 214 hektare,” bebernya.
Turut hadir pada kegiatan ini, yakni Wakil Bupati Wajo, Amran, Kepala Kepolisian Resor Wajo, AKBP Muhammad Islam, Komandan Distrik Militer (Dandim) 1406 Wajo, Letkol Inf Muhamad Juanda Dinata, Anggota DPRD Wajo, Haeruddin, AVP Sales Regional 6 PT Petrokimia Gresik, Hijrama Pandika Hardono, pimpinan CV Megatama Mandiri, Camat Pitumpanua bersama unsur Muspika serta undangan lainnya.
Amran Mahmud bersama rombongan juga melanjutkan bersilaturahmi dengan masyarakat Desa Pattirolokka, Kecamatan Keera, hingga malam hari sekaligus menyerahkan bantuan bibit padi dari Kementan. (syaf)
Editor: Manaf Rachman
















