Ditambah lagi, alasan bijak sekaligus konyol yang dilontarkan Sumanto justru membuat Supono terharu.
Menurut Sumanto, ia melepaskan burung sang pengasuh karena merasa iba.
Ia tidak tega burung-burung harus terpenjara dalam sangkar dan tidak bisa menghirup udara bebas. Perasaan Supono campur aduk.Ia mendongkol, geli sekaligus terharu dengan jawaban Sumanto.
Supono memaklumi perbuatan Sumanto. Menurutnya, nasib Sumanto tak berbeda dari burung-burung di sangkar.
Ia tak bisa ke mana-mana, terpenjara di sisa usian karena ulah masa lalunya.
Nasib burung masih lebih baik, ketika dilepaskan, mereka masih diterima alam.
Beda halnya dengan Sumanto, ia mau pulang ke kampung halaman pun malah mendapat penolakan dari warga.
Kabarnya Terakhir Sumanto saat kembali Terekspos Dilansir dari dari kanal YouTube Palas weleh-weleh dengan judul konten “6 Menit Lebih Dekat Bersama SUMANTO Si Manusia KANIBAL Dari Indonesia”, pemilik akun mengunggah kabar terbaru dari Sumanto si manusia kanibal.
Saat itu rombongan Haji Supono tengah diundang mengisi acara ke Desa Sukapura, Lampung Selatan.
Ikut bersama Haji Suppono, keberadaan Sumanto pun mencuri perhatian.
Meski kondisinya sudah membaik, tapi cara bicaranya kerap kali melantur.
Tampak Sumanto merasa senang karena bisa bertandang lagi ke Lampung.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya Sumanto pernah memakan 2 mayat lain saat ia masih bekerja di perkebunan tebu di Lampung. Tinggal Tempat Rehabilitasi .
Menurut pengasuh yayasan Ahmad Sugimin, Yayasan An-Nur merupakan tempat rehabilitasi untuk penderita penyakit jiwa dan pecandu narkoba.
Sumanto saat ini sudah lebih terawat dan belajar mengenai agama Islam.
Berbeda dengan kondisi saat pertama kali datang, banyak kelakuan aneh yang ditampakkan.
Sumanto sudah bisa bermasyarakat dan berbaur. Kondisi Sumanto yang kian membaik juga berkat dukungan dari warga sekitar. Sehingga dia tidak berkeinginan mengulangi kesalahan yang telah lalu.
Kerap Diundang ke Luar Negeri
Ketenaran Sumanto bukan hanya di Indonesia saja. Bahkan namanya disebut terkenal pula di negara lain.
Sehingga Haji Supono tak segan mengajaknya berkeliling dunia, setiap kali diundang mengisi acara.
Sumanto sampai sudah menginjakkan kaki di enam negara.
Kesukaan Sumanto selama di rumah rehabilitasi, seperti memberi makan peliharaan. Selain itu belajar membuat batu ali atau akik.(Tribunnews/medsi)
















