Rasulullah SAW. Bersabda, “Apabila dikumandangkan adzan shalat, syetan akan berlari seraya terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara adzan tersebut. Apabila muadzin telah selesai (adzan) ia kembali lagi. Dan jika iqamat dikumandangkan ia berlari. Apabila teah selesai (iqamat), dia kembali lagi. Ia akan selalu bersama orang (yang shalat) seraya berkata kepadanya, ‘ingatlah apa yang tadinya tidak ingat sehingga orang tersebut tidak tahu sudah berapa rakaat ia shalat.” dan
Tergesa-gesa menyelesaikan ibadah shalat. Ibnul Qayyim berkata, “Sesungguhnya ketergesaan itu datangnya dari syetan, karena tergesa-gesa adalah sifat gegabah, asal, dan sembrono yang menghalang-halangi seseorang untuk berperilaku hati-hati, tenang dan santun serta meletakkan sesuatu pada tempatnya sehingga banyak dampak negatif yang ditimbulkannya. Tergesa-gesa muncul karena dua perilaku buruk, yaitu sembrono dan buru-buru sebelum waktunya.” dan Biasanya melakukan gerakan-gerakan yang tidak perlu dia mencontohkan bahwa dahulu ada seorang sahabat yang bermain kerikil ketika sedang duduk tasyahud dia membolak-balikannya.
Melihat fenomena tersebut, Ibnu Umar segera menegurnya selepas shalat, “Jangan bermain kerikil ketika shalat karena perbuatan tersebut berasal dari syetan. Tetapi kerjakan seperti apa yang dilakukan Rasulullah,”
Orang tersebut bertanya, “Apa yang dilakukannya?” Kemudian Ibnu Umar meletakkan tangan kanannya di atas paha kanannya dengan jari telunjuk menunjuk ke arah kiblat dan pandangan mata mengarah ke qiblat atau tempat sujud.
“Demikianlah saya melihat apa yang dilakukan Rasulullah SAW,” kata Ibnu Umar.” dan Melihat ke kanan atau ke kiri ketika shalat. Dalam sebuah hadits diriwayatkan oleh Aisyah, ia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hukum menengok ketika shalat.”
Rasulullah SAW menjawab, “Itu adalah curian syetan atas shalat seorang hamba.”
Biasanya kita menguap dan mengantuk
“Adapun menguap itu datangnya dari syetan, maka hendaklah (seseorang) mencegahnya (menahannya) selagi bisa. Apabila ia berkata ha..
berarti syetan tertawa dalam mulutnya.”
dan Biasanya juga kita Bersin berulang-ulang saat shalat
Dikatakan Abdullah bin Mas’ud “Menguap dan bersin di dalam shalat itu dari syetan.”
Ibnu Hajar mengomentari pernyataan Ibnu Mas’ud, “Bersin yang tidak disenangi Allah adalah yang terjadi di dalam shalat, sedangkan bersin di luar shalat itu tetap disenangi Allah. Hal ini tidak lain karena syetan memang ingin mengganggu shalat seseorang dengan berbagai dan biasa juga ingin buang angin atau air.
Rasulullah SAW, bersabda, “Apabila salah seorang kalian bimbang atas apa yang dirasakan di perutnya, apakah telah keluar sesuatu darinya atau tidak. Maka janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid sampai ia (yakin) telah mendengar suara (keluarnya angin) atau mencium baunya.” (*)
















