Jika seseorang berdoa atau bersedekah, Allah SWT dapat menghindarkannya sebagai tanggapan atas permohonan hamba tersebut.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada yang akan menolak qodho kecuali doa.”
Lantas, apakah dapat dikatakan bahwa doa itu bisa mengubah takdir? Menurut Ag. Abdul Malik Tibe yang saat ini menjadi Wakil Direktur DDI As- Salman Sidrap Sulawesi Selatan. Menjelaskan, bahwa doa itu tidak mengubah pengetahuan Allah.
Namun, doa bisa mengubah isi catatan Lauhul Mahfudz yang dilihat para malaikat. Bahwa, ada takdir yang tak terelakkan atau takdir yang pasti. Takdir itu ada dalam pengetahuan Allah SWT, dan pengetahuan-Nya tidak akan tertinggal.
Jadi, Allah SWT. Mengetahui ketika ada permohonan atau doa. Dan Allah SWT. juga tahu bahwa ada peristiwa yang terjadi, yang mungkin bertentangan dengan apa yang tercatat dalam Lauhul Mahfudz.
“Tapi (peristiwa) itu tidak bisa bertentangan dengan pengetahuan Allah SWT yang ada dalam diri-Nya sendiri. Tidak pula diketahui oleh seorang nabi yang diutus atau malaikat yang dekat dengan Allah kecuali dengan izin-Nya,” terangnya.
di Lauhul Mahfudz tertulis bahwa seorang Muslim sebut saja Pak Aras akan gagal dalam ujian. Lalu si Aras berdoa, “Ya Allah, berikan aku keberhasilan.” Lalu Allah membantunya dan Aras pun berhasil, yang artinya bertentangan dengan Lauhul Mahfudz yang diketahui para malaikat.
“Mengapa itu bisa terjadi? Karena doa mampu mengubah apa yang tercatat dalam Lauhul Mahfudz. Dan Allah SWT mengetahui bahwa orang tersebut akan berdoa, dan mengetahui bahwa apa yang tercatat dalam Lauhul Mahfudz itu akan berubah, serta juga mengetahui bahwa orang itu akan berhasil dalam ujian,” kata Abdul Malik Tibe.
Maka, berdoa itu adalah bagian dari takdir, dan takdir itu pasti terjadi. Atas kehendak Allah-lah terjadi dan tercegahnya segala sesuatu. (***)
















