“Semisal cabang cacat netra, akhirnya hasil rapat memutuskan agar dilakukan tanding ulang, termasuk kepada peserta yang merasa dirugikan.” Tegasnya.

Di tempat terpisah, official sekaligus pelatih, kabupaten Soppeng, KM. Ahmad Syahid mengatakan dan menganggap hal itu biasa.
“Biasalah dalam MTQ. Apalagi yang memiliki target besar fantastis. Curiga, buruk sangka, dll, sangat mudah terjadi. Penonton kadang lebih jago komentarnya.” Katanya sambil tertawa.
“Silahkan protes, ada ketentuan nya. Bersurat secara resmi beserta bukti. Jangan malah membuat gaduh di luar dengan suara atau tulisan provokasi”. Pungkas pengasuh PPTQ Syahidul Haq tersebut

















