Selama empat tahun, peserta yang mengalami nyeri lutut terus-menerus dan berjalan kaki berhasil mengurangi risiko kerusakan struktural atau kekakuan di sekitar lutut.
Perkembangan fisik peserta dipantau melalui sinar-X yang menunjukkan kondisi sendi mereka.
Dari situ, para peneliti meminta peserta untuk mendokumentasikan rutinitas olahraga mereka dan memeriksa gejala terkait rasa sakit mereka.
Setelah masa studi selesai, 37 persen peserta yang tidak berolahraga dengan cara berjalan kaki merasakan nyeri lutut yang baru.
Hasil itu dibandingkan dengan 26 persen peserta yang berjalan kaki yang hanya mengalami nyeri lutut konsisten tanpa mengembangkan nyeri lutut baru.
Temuan dari studi ini juga membuktikan, berjalan kaki dapat mencegah kondisi peradangan.
Hsiao-Wei Lo merekomendasikan agar individu yang berisiko terkena osteoartritis lutut berjalan kaki setiap hari untuk menangkal gejala.
Ditambah, olahraga sederhana ini bermanfaat untuk area tubuh lainnya.
Studi baru mencatat, berjalan kaki mampu meringankan rasa sakit pada persendian lain, khususnya pinggul, tangan, dan kaki.(Gading Perkasa )
Editor: Wisnubrataj
















