“Kita sudah melewati pelaksanaan Pemilu 2020 dengan sukses dan lancar, saya yakin dan percaya Pemilu yang akan datang pasti akan berjalan dengan baik, lancar sesuai harapan kita bersama. Kalau pelaksanaannya lebih baik dibandingkan 2020 itu akan menjadi prestasi, tetapi jika terjadi kekurangan disana sini, maka yakin dan percaya itu bukan menjadi sebuah prestasi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Muchtar Muis mengatakan bahwa proses Coklit ini merupakan salah satu dari tahapan Pemilu 2024 untuk pemutahiran data pemilih. Coklit dimulai sejak 12 Februari lalu dan akan berakhir pada 14 Maret 2023 mendatang.
“Di rumah jabatan Bupati Gowa ini ada dua pemilih yang kami data. Pak Bupati sendiri dan isterinya,” kata Muhtar Muis saat dikonfirmasi.
Selain melibatkan petugas PPDP KPU Gowa, Coklit ini juga melibatkan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gowa melalui Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Somba Opu dan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) Kelurahan Tombolo.
Ditempat yang sama, Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Gowa, Wasilah mengatakan bahwa sekarang ini data pemilih sudah masuk ke tahapan Coklit yang beririsan dengan tahapan Verifikasi Faktual (Verfak) atau Dukungan Perseorangan Calon DPD.
“Jadi untuk Coklit, sekarang dilakukan oleh Petugas Pemuktahiran Data Pemilihan (Pantarli) yang jumlahnya berkisar 2.119 orang untuk 2.019 TPS di Kabupaten Gowa yang direncanakan untuk Pemilu 2024 nanti di semua desa dan kelurahan,” ungkapnya.(jk)
Editor: Sudirman
















