Berikut tiga kekurangan dari nasi putih:
1. Nutrisinya lebih sedikit dibandingkan biji-bijian lainnya
Dibandingkan dengan biji-bijian utuh lainnya, nasi putih lebih diproses dan dikupas dari dedak dan kumannya, sehingga kandungan nutrisinya lebih rendah. Sabat menjelaskan proses pemurnian menghilangkan sebagian besar vitamin esensial, mineral, dan antioksidan yang ada di lapisan luar beras.
“Dibandingkan dengan beras merah, yang mempertahankan nutrisi ini, nasi putih menawarkan lebih sedikit senyawa yang meningkatkan kesehatan,” kata Sabat.
Beras merah tidak hanya mengandung lebih banyak serat daripada nasi putih (3,5 gram beras merah dibandingkan 0,6 gram beras putih), tapi beras merah juga memiliki kadar mikronutrien lain yang lebih tinggi, termasuk zat besi, folat, dan magnesium.
2. Nasi putih memiliki indeks glikemik yang tinggi
Menurut ahli gizi Best dan Sabat, salah satu potensi kerugian dari makan nasi putih adalah memiliki indeks glikemik (GI) yang tinggi. Artinya, nasi putih memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan gula darah lebih cepat daripada makanan dengan indeks glikemik lebih rendah. Tubuh tidak membutuhkan waktu lama untuk mengolah nasi putih.
“Ini bisa menjadi masalah bagi penderita diabetes atau mereka yang ingin mengatur kadar gula darah,” ujar Best.
Sabat menyarankan untuk mengonsumsi nasi putih secukupnya dan menambahkan makanan kaya serat untuk membantu mengurangi efek pada gula darah. National Health Service (NHS) menyatakan, makanan dengan GI tinggi belum tentu tidak sehat, dan tidak semua makanan dengan GI rendah sehat.
3. Kurang serat
Bisa dibilang salah satu perbedaan yang paling berdampak antara nasi putih dan jenis nasi lainnya adalah kurangnya serat. Proses pemurnian nasi putih menghilangkan kandungan serat penting untuk kesehatan pencernaan dan menjaga rasa kenyang.
“Tanpa serat, nasi putih bisa kurang mengenyangkan, menyebabkan potensi makan berlebihan atau kurang mengontrol ukuran porsi,” kata Best. Asupan serat yang tidak mencukupi dapat menyebabkan masalah pencernaan, seperti sembelit. Asupan serat yang tidak cukup juga dapat meningkatkan risiko penyakit tertentu, seperti kanker usus besar.
Kurangnya serat dan nutrisi, serta memiliki indeks glikemik yang tinggi, membuat nasi putih menjadi pilihan yang tidak sebermanfaat jenis beras mentah atau biji-bijian lainnya. Namun, jika Anda membutuhkan karbohidrat yang enak untuk makanan (terutama yang bebas gluten), nasi putih mungkin merupakan pilihan yang baik, asalkan dikonsumsi dalam jumlah sedang. Saat Anda memakannya, pastikan memasukkan berbagai makanan padat nutrisi lainnya bersama nasi putih. (*)

















