MEDIASINERGI.CO JAKARTA — Kementerian Pariwisata Arab Saudi menutup sejumlah hotel dan apartemen di Makkah dan Madinah karena dianggap telah melakukan pelanggaran. Tindakan tegas ini diambil setelah ditemukannya pelanggaran selama inspeksi ke lapangan di sejumlah tempat.
Lebih dari 280 fasilitas penginapan, termasuk hotel dan furnished apartemen di Makkah dan 50 fasilitas penginapan di Madinah dianggap melanggar peraturan, terutama yang berkaitan dengan perizinan dari kementerian.
Fasilitas penginapan tersebut akan tetap ditutup sampai pihak pengelolahnya memperbaiki status hukumnya dan mendapatkan izin dari kementerian. Sebanyak 200 permohonan izin telah diterima sejauh ini di pemerintah kota Makkah dan 15 pengajuan izin di Madinah.
Pejabat kementerian telah melakukan lebih dari 4000 inspeksi terhadap fasilitas perhotelan di Makkah dengan slogan “Tamu Kami adalah Prioritas.” Dalam penggerebekan tersebut, mereka mencatat lebih dari 2000 pelanggaran.
















