Home / Sulsel

Kamis, 3 Juli 2025 - 21:09 WIB

Bupati Soppeng: Tindak Tegas Yang Bermain Dalam Penyaluran Pupuk Bersubsidi

MEDIASINERGI.CO SOPPENG — Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE, menegaskan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi harus dilakukan secara transparan dan akuntabel, tanpa ada pihak yang mencoba bermain-main dengan aturan. Dalam pertemuan koordinasi penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2025, Bupati meminta Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KPPP) untuk melakukan pengawasan serius dan menindak tegas pihak yang melanggar aturan.

Bupati menyoroti rendahnya realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Soppeng, dengan realisasi pupuk urea hanya 32%, NPK 22%, NPK FH 8,83%, dan organik 6,18%.

Menurutnya, kondisi ini mengindikasikan adanya masalah serius dalam penyalurannya. “Jangan coba-coba bermain dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Ini sangat penting untuk mencapai swasembada pangan nasional,” tegas H. Suwardi Haseng.

Untuk mengatasi masalah ini, Bupati meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Soppeng untuk segera menggerakkan dan memotivasi petani/kelompok tani dalam penerapan pemupukan yang tepat dan efisien. Selain itu, Dinas TPHPKP juga diminta melakukan sosialisasi berjenjang kepada stakeholder terkait Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 15 Tahun 2025.

Permentan Nomor 15 Tahun 2025 sendiri mengatur tata kelola pupuk bersubsidi dengan beberapa perubahan, termasuk penambahan jenis pupuk ZA dan SP36, serta perubahan tata kelola distribusi. Sistem distribusi yang sebelumnya melibatkan produsen, distributor, dan pengecer kini akan berubah menjadi pelaku usaha distribusi (PUD) dan penerima pada titik serah (PPTS).

Pimpinan PT Pupuk Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, dan Papua, Wisnu Ramadhani, menekankan pentingnya peran semua pihak, termasuk distributor, pengecer, PPL, dan pemerintah daerah, dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Ia juga mengapresiasi peningkatan alokasi pupuk subsidi nasional menjadi 9,5 juta ton dengan anggaran Rp44 triliun. “Kita harus bekerja sama untuk memastikan penyaluran pupuk bersubsidi berjalan lancar dan tepat sasaran,” kata Wisnu.

Pertemuan tersebut juga dirangkai dengan sosialisasi Permentan Nomor 15 Tahun 2025, yang dihadiri oleh berbagai stakeholder, termasuk Direktur CV Mulia, Kepala SKPD terkait, Camat, koordinator fungsional penyuluh kabupaten, penyuluh Desa/Kelurahan, Ketua KTNA Kabupaten dan Kecamatan, distributor pupuk bersubsidi, pengecer resmi, Ketua Gapoktan, serta ketua dan pengurus kelompok tani. Dengan demikian, diharapkan penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Soppeng dapat berjalan lebih efektif dan efisien.(mar)

Ditulis oleh Hamzah Sinergi

Wartawan resmi mediasinergi.co. Specialist konten berita, pendidikan, kesehatan, dan olahraga

Share :

Baca Juga

Sulsel

Andi Rosman Hadiri Hari Tani dan Pesta Panen di Talotenreng, Tegaskan Dukungan untuk Petani

Sulsel

Gerakan Bersih dari Rumah, Pemkot Makassar Tambah Dukungan Anggaran dan Armada Sampah

Sulsel

Di Forum Makassar Leadership Summit, Munafri: Event Harus Berdampak Nyata Bagi Ekonomi Masyarakat

Sulsel

Dari Lontara+ hingga Command Center, Makassar Perkuat Layanan Publik Berbasis Digital

Sulsel

Bupati Takalar Perintahkan Pencairan 3 Bulan Gaji Aparat Desa dan BPD Segera Diproses

Sulsel

Jelang Musim Hujan, 150 Satgas PU Benahi Drainase Rawan Banjir Paccerakkang

Sulsel

Di Forum PBB, Wali Kota Munafri Perkenalkan Inovasi Hijau Makassar untuk Atasi Banjir

PINRANG

Sanggar Seni Saoraja Sawitto Mewakili Sulawesi Selatan mengikuti Pentas Duta Seni Daerah Di TMII