Home / Advertorial

Minggu, 1 Maret 2026 - 15:52 WIB

Transformasi Media di Era Digital, Sorotan Pakar Pers pada Perayaan 79 Tahun Pedoman Rakyat

MEDIASINERGI.CO

MAKASSAR – Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-79 (1 Maret 1947 – 1 Maret 2026), redaksi media siber pedomanrakyat.co.id menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Jurnalistik. Mengangkat tema “Profesionalitas Wartawan di Era Digital”, kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (1/3/2026) siang.

Agenda edukasi yang dipusatkan di Virendy Cafe, Jl. A.P. Pettarani, Makassar ini menghadirkan sederet pakar, di antaranya Prof. Dr. Drs. Mas’ud Muhammadiyah, M.Si (akademisi), Ir. Suwardi Tahir, M.I.Kom (Penguji UKW Dewan Pers), Ir. Abd. Manaf Rahman (Wakil Ketua PWI Sulsel), Ronald Ngantung (Penasihat PWI Sulsel), serta Dr. H.M. Dahlan Abubakar, M.Hum (Tokoh Pers versi Dewan Pers).

Dipandu oleh M. Rusdi Embas, SE dari Pedoman Rakyat, acara ini dihadiri oleh para purnabakti wartawan Pedoman Rakyat, jurnalis dari berbagai perusahaan pers, hingga masyarakat umum yang antusias mempelajari dunia kewartawanan.

Baca Juga:  Bupati dan Wabup Wajo Tinjau Kawasan Pertanian Terpadu

Mengawali sesi materi, Mas’ud Muhammadiah yang merupakan Guru Besar Universitas Bosowa sekaligus alumnus harian Pedoman Rakyat, mengupas tuntas urgensi pemilihan diksi dalam produk jurnalistik.

Ia menekankan agar wartawan menghindari penggunaan diksi yang bersifat menghakimi demi menjaga prinsip praduga tak bersalah. Dalam penjelasannya, ia turut memberikan komparasi antara struktur judul yang tendensius dan yang objektif.

Pakar Linguistik Terapan ini menggarisbawahi bahwa ketepatan dalam memilih kata adalah kewajiban mutlak bagi setiap jurnalis saat menyusun sebuah naskah berita.

Pada sesi berikutnya, Suwardi Tahir memaparkan materi mengenai Standar Kompetensi Wartawan. Ia menegaskan bahwa esensi kompetensi bukan sekadar mengantongi sertifikat kelulusan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), melainkan mencakup aspek integritas dan tanggung jawab sosial.

Baca Juga:  Sekda Wajo Terima 98 Mahasiswa KKN UNHAS

Menurutnya, pilar utama kemampuan seorang jurnalis bertumpu pada tiga hal: wawasan (knowledge), keterampilan (skill), dan perilaku (attitude).
“Menjadi kompeten bukan hanya soal kemahiran menulis, tapi juga kepatuhan pada regulasi, penguasaan teknis jurnalistik, serta kemandirian etika,” jelas Suwardi.

Sosok yang disebut-sebut sebagai kandidat kuat Ketua PWI Sulsel ini juga merinci bahwa tujuan kompetensi wartawan adalah demi menjamin mutu informasi, menjaga profesionalisme, serta memproteksi publik maupun profesi pers itu sendiri.

Ia pun membedah dikotomi antara wartawan yang kompeten dan yang tidak, sembari mengulas histori lahirnya kode etik profesi serta sistem sertifikasi wartawan di Indonesia.

Share :

Baca Juga

Advertorial

Peringati Hari Perpustakaan dan Kearsipan, Wajo Ajak Generasi Muda Rawat Literasi

Advertorial

Pemkab Wajo Peringati Harkitnas ke-118, Soroti Ancaman di Era Informasi

Advertorial

Pemkab Wajo Ubah Pola Kerja ASN, WFH Mulai Berlaku Jumat Ini

Advertorial

Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026, Gubernur Zainal Terima Penghargaan Kategori Penurunan Pengangguran

Advertorial

Wajo Perkuat SP4N-LAPOR, Bidik Kepercayaan Publik Lewat Respons Aduan yang Lebih Cepat

Advertorial

Dorong Transparansi, Pemkab Wajo Perkuat Peran PPID di Era Digital

Advertorial

Tinggalkan Tanda Tangan Basah, Pemkab Wajo Percepat Layanan Digital

Advertorial

Pemkab Wajo Perkuat Literasi Informasi, KIM Jadi Ujung Tombak di Desa