Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan pemimpin tertinggi menghindari pembahasan isu-isu mendasar yang sangat penting bagi masyarakat Iran.
“Fokus pada perlawanan bersenjata memungkinkan pemimpin tertinggi untuk menghindari diskusi tentang reformasi ekonomi, pembangunan negara dan banyak isu fundamental lain yang penting bagi rakyat Iran,” kata Alkinani kepada Al Jazeera.
Ia juga menilai isi pernyataan itu bertentangan dengan pernyataan Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang sehari sebelumnya menyatakan bahwa Iran dapat mempertimbangkan mengakhiri perang jika syarat tertentu terpenuhi.
Selain itu, Alkinani menyoroti bahwa pesan tersebut tidak disampaikan langsung oleh Mojtaba Khamenei sendiri, melainkan dibacakan oleh penyiar televisi.
Hal itu, menurutnya, tidak banyak membantu meredam rumor yang beredar bahwa pemimpin tertinggi baru tersebut mungkin terluka atau bahkan telah tewas dalam perang yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat dan Israel.
“Hal ini menciptakan banyak ketidakpastian tentang legitimasi dan kemampuan pemimpin tertinggi untuk tetap kuat menghadapi tantangan besar,” kata Alkinani.
Pernyataan keras Khamenei juga diperkirakan tidak akan diterima dengan baik oleh Presiden AS Donald Trump.
Trump dalam beberapa hari terakhir menekankan bahwa Iran akan mengikuti jalur seperti Venezuela dengan memilih pemimpin yang bersedia memenuhi tuntutan Washington.
Sementara itu, dosen keamanan internasional di King’s College London, Rob Geist Pinfold, menilai pernyataan pertama Mojtaba Khamenei menunjukkan bahwa Iran tidak mengubah sikap dasarnya.
“Alih-alih seperti yang mungkin diharapkan pemerintahan Trump, semacam perubahan retorika dari pemimpin tertinggi yang baru, yang sebenarnya kita dengar di sini adalah lebih dari hal yang sama,” kata Pinfold.
Meski menuai kritik dari sejumlah analis, sebagian kalangan di Iran justru menyambut positif pesan yang disampaikan Khamenei.
Zohreh Kharazmi, akademisi di University of Tehran, mengatakan banyak warga Iran mengapresiasi sikap tegas tersebut di tengah ancaman dari AS.
Menurutnya, pesan itu dipandang sebagai sikap berani dari pemimpin baru Iran.
“Keamanan yang berkelanjutan adalah hak paling dasar dari sebuah bangsa,” kata Kharazmi. “Khamenei menyampaikan posisi yang sangat sah yang didukung oleh jutaan warga Iran di sini.” (r)
















