Home / Feature

Minggu, 15 Maret 2026 - 11:49 WIB

STRATEGI SHADOW POWER: BAGAIMANA OPERASI INTELIJEN, MEDIA GLOBAL, DAN TEKNOLOGI DIGITAL MEMBENTUK POLITIK DUNIA MODERN

Benz Jono Hartono (Praktisi Media Massa, Vice Director Confederation ASEAN Journalist (CAJ) PWI Pusat Executive Director HIAWATHA Institute).

Benz Jono Hartono (Praktisi Media Massa, Vice Director Confederation ASEAN Journalist (CAJ) PWI Pusat Executive Director HIAWATHA Institute).

Narasi yang kuat dapat,
membentuk opini publik internasional
mempengaruhi kebijakan negara lain
menciptakan legitimasi bagi tindakan politik tertentu
Karena itu, dalam politik internasional modern, perang narasi sering kali sama pentingnya dengan kekuatan militer.

Teknologi Digital dan Perang Informasi

Perkembangan internet dan teknologi digital telah menciptakan dimensi baru dalam geopolitik global. Platform media sosial, analisis data besar (big data), kecerdasan buatan, dan keamanan siber kini menjadi bagian penting dalam strategi kekuatan negara.
Melalui teknologi tersebut, negara dapat:

  • memantau komunikasi global
  • mengidentifikasi tren opini publik

Menyebarkan narasi atau kontra-narasi, melindungi infrastruktur digital nasional.
Konsep ini sering disebut sebagai information warfare atau perang informasi, yang menjadi salah satu bentuk konflik utama dalam abad ke-21.
Shadow Power dalam Persaingan Global
Dalam sistem internasional saat ini, kekuatan besar dunia menggunakan kombinasi antara:

  • Hard power – kekuatan militer dan ekonomi
  • Soft power – pengaruh budaya, diplomasi, dan nilai
  • Shadow power – operasi intelijen, pengaruh informasi, serta jaringan teknologi dan komunikasi
Baca Juga:  Berderai Air Mata di Raudhah Masjid Nabawi Madinah Al- Manawwarah

Ketiga bentuk kekuatan tersebut sering bekerja secara bersamaan untuk mencapai tujuan geopolitik. Dalam banyak kasus, shadow power justru menjadi faktor yang paling menentukan, karena ia bekerja secara tidak terlihat namun sangat efektif.

Posisi Indonesia dalam Lanskap Global
Sebagai negara besar di Asia Tenggara, Indonesia berada dalam posisi strategis dalam dinamika geopolitik global.
Indonesia memiliki beberapa keunggulan penting:

  1. lokasi di jalur perdagangan dunia
  2. populasi besar dan pasar ekonomi yang luas

Peran Penting dalam Association of Southeast Asian Nations

Namun posisi strategis tersebut juga berarti bahwa Indonesia berada dalam lingkungan geopolitik yang kompleks, di mana berbagai kekuatan global memiliki kepentingan di kawasan.
Karena itu, penguatan keamanan informasi, teknologi digital, serta kemampuan analisis geopolitik menjadi sangat penting bagi masa depan Indonesia.

Baca Juga:  Berbagi di Tengah Pandemi, Protokol Kesehatan Tetap Dijaga

Penutup

Era Baru Politik Kekuasaan
Dunia saat ini memasuki fase baru dalam sejarah politik internasional.
Kekuatan tidak lagi hanya ditentukan oleh senjata dan tentara, tetapi juga oleh informasi, teknologi, jaringan intelijen, dan kemampuan membentuk persepsi global.
Strategi shadow power menunjukkan bahwa banyak keputusan penting dalam geopolitik dunia sering terjadi di balik layar diplomasi resmi.

Bagi negara seperti Indonesia, memahami dinamika ini bukan berarti memandang dunia dengan kecurigaan semata, tetapi justru membangun kecerdasan geopolitik nasional.
Karena dalam abadi informasi, siapa yang memahami arus informasi dan strategi kekuasaan akan mampu menjaga kedaulatannya di tengah persaingan global. (Benz Jono Hartono, Praktisi Media Massa)

Share :

Baca Juga

Feature

RESIKO PUNYA PRESIDEN MANTAN JENDERAL MILITER

Feature

TANGISAN IBLIS DI DEPAN PINTU LANGIT

Feature

Inspirasi Delapan Perempuan Tangguh Mesir Warnai Koleksi Lebaran

Feature

Pembangunan Depo Peti Kemas untuk Perkuat Logistik Papua Selatan, Bappenas Tinjau Pelabuhan Merauke

Feature

Kalender Hijriah dengan Perhitungan Penanggalan Islam

Feature

Bakal Dibangun Rumah Adat Kuno Sawerigading Menjadi Aikon Wisata

Feature

Ramadhan Wadah  Terbaik Meningkatkan Ketakwaan

Feature

Shalat Witir di Bulan Suci Ramadhan