PWI Kabupaten Wajo melihat adanya perbaikan yang terus berlangsung di tubuh Polri. Transparansi dan kualitas pelayanan dinilai semakin meningkat, meski pekerjaan rumah belum sepenuhnya selesai. Justru karena perubahan telah dimulai, proses pembenahan tidak boleh berhenti di tengah jalan.
“Institusi yang besar bukanlah institusi yang mengklaim dirinya sempurna, melainkan yang berani menerima kritik dan menjadikannya sebagai bahan pembenahan,” ujarnya.
Rukman Nawawi juga menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polres Wajo, yang dinilai terus bekerja menjaga stabilitas keamanan di daerah. Kehadiran polisi, menurutnya, tidak hanya diukur dari banyaknya personel di lapangan, tetapi dari seberapa besar rasa aman yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Pada akhirnya, Hari Bhayangkara ke-80 bukan sekadar perayaan usia. Delapan puluh tahun adalah pengingat bahwa tantangan semakin kompleks dan ekspektasi publik semakin tinggi. Di era ketika setiap tindakan dapat direkam, dikritik, dan dinilai dalam hitungan detik, kepercayaan menjadi pangkat tertinggi yang harus terus diperjuangkan.
Dan kepercayaan, seperti yang selalu dibuktikan sejarah, tidak pernah lahir dari seremoni. Ia tumbuh dari kerja yang jujur, keberanian berbenah, serta kesediaan mendengar suara publik, termasuk suara yang paling kritis sekalipun. (***)
















