Home / Makassar / Sulsel

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Reinterpretasi Makna Kekayaan, Buku Ngaji Sugih Karya Hj. Soraya Dibedah Cendekiawan di Makassar

MEDIASINERGI.CO

MAKASSAR — Hotel Aryaduta Makassar menjadi tempat digelarnya bedah buku Ngaji Sugih karya Hj. Soraya, SH, MH, C.Ht, N.NLP pada Sabtu (22/8/2026) yang berlangsung dari siang hingga sore hari. Acara ini menghadirkan tiga pembedah utama, yakni akademisi Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Adi Armin, M.Hum, pakar pendidikan Prof. Dr. Sukardi Weda, SS, M.Hum, M.Pd, M.Si, M.M, M.Sos.I, M.AP, serta Ketua Umum DPP Ikatan Penulis Muslim Indonesia (IPMI) sekaligus Mursid Tariqah Naqsabandiyah Khalidiyah, Ustadz Drs. Muhammad Amir Jaya.

Jurnalis Arwan D. Awing memandu jalannya diskusi, dengan Rahman Rumaday selaku Founder Komunitas Anak Pelangi sekaligus penyelaras buku bertindak sebagai pembicara. Sederet tokoh seni dan literasi tampak hadir memadati ruangan, seperti sastrawan Yudhistira Sukatanya, pasanjak Mangkasara Syahril Patakaki, serta penyair Andi Marliah dan Andi Ruhban. Tampak pula perwakilan Pengusaha Menulis Buku Indonesia (PEMBIS) seperti Heny Suhaeni dan Asrul Sani Abu Djaropi, serta perwakilan Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Husni Mubarak.

Baca Juga:  Dihadiri Bupati Soppeng, TMMD Ke -127 TA 2026 Kodim 1423 Ditutup

Pada kesempatan tersebut, Rahman Rumaday membagikan kisah di balik layar penyusunan Ngaji Sugih. Ia mengungkapkan bahwa draf awal naskah sebenarnya mencapai 560 halaman, sebelum akhirnya disaring dan dipadatkan menjadi 340 halaman pada edisi cetak resminya.

Dalam sesi pemaparannya, Hj. Soraya menegaskan bahwa bukunya tidak dirancang sebagai panduan instan menuju kekayaan materi. Ia menekankan bahwa hakikat kekayaan sejati berakar pada kedalaman jiwa—termasuk kelapangan hati, kedalaman ilmu, keteguhan iman, keluhuran akhlak, dan kemanfaatan bagi sesama.

Baca Juga:  Penuhi Kebutuhan Air Bersih CJH, Direksi PDAM Makassar Tinjau Reservoir di Asrama Haji Sudiang

“Pemaknaan ini lahir dari perenungan perjalanan hidup. Kita sering menemui pribadi yang tampak sederhana namun memiliki ketenangan luar biasa, sementara ada pula yang berlimpah materi namun selalu merasa kurang,” ungkap Soraya.

Melalui lembaran kisah personalnya, Soraya menyampaikan bahwa pencarian harta adalah hal yang sah selama ditempuh secara halal dan dipandang sebagai alat serta amanah. Meski demikian, ketenangan dan kebahagiaan hakiki hanya bisa diraih melalui hubungan yang harmonis dengan Sang Pencipta, yang dibentuk lewat perpaduan ikhtiar, tawakal, rasa syukur, serta pembersihan jiwa secara konsisten.

Share :

Baca Juga

PINRANG

UPT SDN 13 Pinrang Terus Berbenah

Sulsel

Munafri Raih Penghargaan Nasional, Komitmen Pemerataan Pendidikan hingga Kepulauan

Sulsel

Tak Hanya Kirim Tangki, Pemkot Makassar Siapkan Sumur Bor Dalam Atasi Kekeringan

Sulsel

Wali Kota Munafri Kenalkan dan Ajak Mahasiswa Baru Manfaatkan Fasilitas MCH dan Lontara Plus

Sulsel

Solusi Krisis Air Bersih, Munafri Kerahkan Mobil Tangki ke Puluhan Titik dan Siapkan 18 SPAM Jangka Panjang

ENREKANG

Bank Sampah Massenrempulu Diresmikan, Ekonomi Hijau Bergerak

PINRANG

DPRD Pinrang Menyepakati Nota Kesepakatan Rancangan KUPA dan PPASP Tahun Anggaran 2026

Sulsel

Kunker Sekjen PU, Apri Artoto, Mengapresiasi Program MYP Pemprov Sulsel