BCW juga mencermati pernyataan Menteri Keuangan Suahasil Nazara bahwa dirinya akan mendalami perombakan di lingkungan DJBC yang sebelumnya dilakukan Purbaya.
Menurut Jimmy, evaluasi tersebut merupakan kewenangan Menteri Keuangan. Namun BCW mengingatkan agar setiap evaluasi jabatan dilakukan berdasarkan integritas, kompetensi dan rekam jejak, bukan untuk mengendurkan pengawasan.
“Kalau ada keputusan Purbaya yang memang perlu dikoreksi, silakan dievaluasi secara profesional. Tetapi jangan sampai yang dievaluasi justru semangat bersih-bersihnya.”
BCW menilai pergantian menteri bahkan dapat menjadi ujian terhadap DJBC sendiri.
“Sekarang tidak ada lagi alasan mengatakan penindakan dilakukan karena tekanan Purbaya. Kalau Bea Cukai memang sedang berubah, buktikan bahwa perubahan itu lahir dari institusinya sendiri.”
Suahasil Diuji pada Kasus Emas
BCW mengapresiasi pernyataan Menteri Keuangan Suahasil Nazara yang menyatakan penindakan terhadap kegiatan ilegal akan terus diperkuat.
Namun, menurut Jimmy, keberlanjutan tersebut harus terlihat pada kasus konkret.
Salah satu indikatornya adalah perkembangan penyidikan penyelundupan emas: apakah berhenti pada orang yang membawa barang melewati bandara atau berkembang kepada pemasok, penyandang dana, pengendali dan penerima akhirnya.
“Ratusan kilogram emas tidak muncul begitu saja di bandara. Ada yang memperoleh, mengumpulkan, membiayai dan mengirimkannya. Negara harus menjawab rantai itu.”
Demikian pula terhadap “10 besar” potensi perdagangan emas yang pernah disebut Purbaya.
“BCW tidak meminta nama perusahaan diumumkan sebelum ada dasar hukum dan verifikasi yang memadai. Yang kami minta sederhana: pastikan penelusurannya tidak dihentikan.”
Jangan Ada Euforia
Jimmy mengatakan pergantian Menteri Keuangan seharusnya dipahami jajaran Bea Cukai sebagai kesinambungan pemerintahan, bukan pergantian arah penegakan hukum.
“Karena itu pesan BCW kepada jajaran Bea Cukai: jangan ada euforia. Jangan buru-buru bernapas lega. Menteri boleh berganti, tetapi penyelundupan, kebocoran penerimaan negara dan perdagangan ilegal tetap menjadi persoalan yang harus dibereskan.”
Menurut Jimmy, beberapa bulan ke depan akan memperlihatkan apakah agenda yang sebelumnya dikampanyekan Purbaya memang sudah berubah menjadi sistem atau masih bergantung kepada figur menteri.
“Kalau setelah Purbaya pergi penindakan justru semakin kuat, itu berarti Bea Cukai sedang membangun institusi. Tetapi kalau isu ‘10 besar’ emas menghilang, pengembangan jaringan 330 kilogram berhenti, dan pembenahan internal melemah, publik tentu berhak bertanya: apa yang sebenarnya berubah setelah Purbaya pergi?”
“BCW akan terus mengawasi itu,” pungkas Jimmy Endey. (***)
















