MEDIAISNERGI.CO WAJO — Usai menyerap aspirasi di Kecamatan Pitumpanua, Bupati Wajo H. Amran Mahmud menuju Kecamatan Keera di rumah salah seorang tokoh masyarakat Desa Paojepe untuk mendengarkan dan menyerap aspirasi masyarakat setempat, Jumat 30 Juli 2021 malam.
Bupati pada kesempatan itu, didampingi Kadis Perikanan, Camat Keera, Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian, Kabid Tanaman Pangan, dan pemerintah desa setempat dalam rangka mendengarkan aspirasi dan permintaan dari masyarakat setempat,
Pada kesempatan itu, persoalan yang paling banyak dikeluhkan masyarakat yang hadir adalah persoalan pupuk bersudsidi. Salah seorang dari mereka menyampaikan bahwa mereka paham yang namanya subsidi pasti terbatas.
“Kami mengerti Bapak Bupati, bahwa pupuk bersubsidi pasti terbatas, kami paham dan kami menerima semua itu,” kata salah seorang masyarakat yang hadir.
Akan tetapi, lanjutnya, yang membuat mereka heran jatah untuk petani yang punya lahan 2 hektare bisa mendapatkan pupuk bersubsidi, tetapi yang diterima hanya untuk 1 hektare.
“Kami minta tolong bapak Bupati agar dicarikan solusi atau ditelusuri proses bagian mana yang bermasalah,” tambahnya yang kemudian dibenarkan beberapa masyarakat yang hadir lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Amran meminta kepada Dinas Pertanian melalui Kabid PSP untuk ditelusuri di mana letak proses yang berjalan tidak semestinya.
“Minta tolong Pak Kabid untuk ditelusuri di bagian mana ini yang ada kesalahan dari prosesnya, apakah dari pengusulan kelompok dalam bentuk Rencana Dedinitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) atau penginputan RDKK yang online sekarang yang mungkin ada kesalahan data, bisa juga ada memang oknum pengecer atau distributor yang ‘nakal’,” kata Amran Amran.
















