Home / Artikel

Sabtu, 16 April 2022 - 08:43 WIB

Gangguan Syetan Saat Tunaikan Shalat Sehingga Tidak Khusyu

Gurutta Hasan Basri Syarif, S.Pd.I., M.Pd Saat Cerama Subuh di Masjid Jami’atul Khaeriyah Siwa Kabupaten Wajo Sabtu 16 April 2022

Gurutta Hasan Basri Syarif, S.Pd.I., M.Pd Saat Cerama Subuh di Masjid Jami’atul Khaeriyah Siwa Kabupaten Wajo Sabtu 16 April 2022

Oleh: H. Rukman Nawawi

MEDIASINERGI.CO SIWA — Pada bulan suci ramadhan kita waspadai ganguan syetan adalah ikhtiar agar bisa tunaikan shalat dengan khusyu’.
Gangguan syetan pada saat shalat yang harus diwaspadai hal ini disampaikan Gurutta Hasan Basri Syarif, S.Pd.I., M.Pd. Saat berceramah pada bulan suci ramadhan 1443 Hijriah di Masjid Jami’atul Haeriyah Siwa Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan dirangkum sejak tanggal 12 – 16 April 2022

Menurut Hasan Basri bahwa gangguan syetan biasanya saat melakukan takbiratul ihram. Dia mencontohkan Ibnul Qayyim berkata, “Tipudaya syetan yang banyak mengganggu mereka adalah was-was dalam bersuci (berwudhu) dan niat atau saat takbiratul ihram dalam shalat.” dan Tidak konsentrasi saat membaca bacaan shalat.

Baca Juga:  Dua Amran Hadiri HUT DWP ke 21 Tingkat Kabupaten Wajo

Kondisi seperti pernah dialami ‘Utsman bin Abil ‘Ash. Shabat Nabi Muhammad SAW. Ia telah datang kepadanya seraya mengadu kepadanya, “Wahai Rasulullah SAW, sesunnguhnya syetan telah hadir dalam shalatku dan membuat bacaanku kacau dan rancu,

“Nabi Muhammad SAW menjawab, ‘Itulah syetan yang disebut Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah. ’Aku pun melakukan hal itu, dan Allah menghilangkan gangguan itu dariku.” Kata Hasan Basri

Baca Juga:  Pemerintah Batalkan Pemberangkatan Haji 2020

Selain itu kata Hasan Basri bahwa dalam melaksanakan shalat biasa dilupa jumlah rakaat yang telah dikerjakan.
Rasulullah SAW. bersabda, “Jika salah seorang dari kalian shalat, syetan akan datang kepadanya untuk menggodanya sampai ia tidak tahu berapa rakaat ia telah shalat. Apabila salah seorang dari kalian mengalami hal seperti itu, hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi) saat ia masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam.” dan Hadirnya pikiran yang memalingkan konsentrasi.

Share :

Baca Juga

Artikel

Dua Satkamling Di Soppeng Disambangi Tim Dit Binmas Polda Sulsel

Advertorial

Dishub Makassar Hadiri FGD Ketiga Penyusunan Naskah Akademik Ranperda Kota Sehat

Artikel

Refleksi Sumpah Pemuda: Musmuliadi Ingatkan Pemerintah Wajo Soal Janji Program Muda Milenial Maradeka

Artikel

Cahaya dari Timur: Refleksi Hari Santri dan Warisan Keilmuan As’adiyah

Artikel

Musmuliadi: Melecehkan Pesantren Sama Saja Merendahkan Akar Moral Bangsa

Artikel

PPENTINGNYÀ PERAN dan FUNGSI MEDIA

Advertorial

Menyulam Harapan di Bumi Lamadukkelleng: Jejak 100 Hari Pemerintahan Andi Rosman–Baso Rakhmanuddin

Artikel

Pendidikan dan Peran Perempuan Diera Globalisi