MEDIASINERGI.CO
WAJO — Setiap Hari Bhayangkara selalu membawa dua hal yang berjalan beriringan: ucapan selamat dan sukses yang sederet harapan. Yang pertama mudah diucapkan. Yang kedua menuntut pembuktian.
Bagi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Wajo, Rukman Nawawi, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni tahunan yang dipenuhi spanduk ucapan dan deretan bunga papan. Momentum ini justru menjadi ruang refleksi bagi Kepolisian Republik Indonesia untuk mengukur kembali sejauh mana kepercayaan publik berhasil dirawat.
“Polri tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan masyarakat. Namun, kepercayaan publik tidak dibangun oleh slogan, melainkan oleh konsistensi pelayanan, keterbukaan, dan keberanian memperbaiki diri,” kata Rukman Nawawi.
Menurut dia, pers dan kepolisian memiliki hubungan yang unik. Di satu sisi, pers adalah mitra dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Di sisi lain, pers berkewajiban mengingatkan ketika kekuasaan mulai kehilangan arah.
Kritik, katanya, bukan ancaman, melainkan vitamin bagi institusi yang ingin terus tumbuh.
















