Home / SOPPENG / Sulsel

Rabu, 9 September 2026 - 12:49 WIB

Raih Kinerja Terbaik, Pemkab Soppeng Sampaikan Selamat Kepada Mentan A Amran Sulaiman

MEDIASINERGI.CO

SOPPENG – Bupati H. Suwardi Haseng, S.E bersama Wakil Bupati Ir Selle Ks Dalle selaku pemerintah Kabupaten Soppeng menyampaikan selamat dan sukses kepada Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman M.P – Menteri Pertanian(Mentan) Republik Indonesia atas prestasi sebagai menteri Kabinet Merah Putih dengan kinerja terbaik peringkat I.

​Prestasi tersebut berdasarkan Government Performance Assessment Indexx Politica Indonesia (IPI) 2026 sebagai peringkat I dengan skor 91. Semoga capaian ini menjadi langkah berkelanjutan dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang semakin maju, mandiri dan berdaya saing. Dikatakan, prestasi ini merupakan wujud kepemimpinan, kerja nyata serta kolaborasi dalam mewujudkan kemajuan pertanian nasional. Semoga terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia yang semakin kuat dan berdaulat pangan, tambah bupati dan wakil bupati.

Keberhasilan posisi pertama juga sudah diukir Andi Amran Sulaiman pada Oktober 2025 dengan tingkat kepuasan 84,9 persen, capaian swasembada 8 komoditas pangan dan produksi beras nasional 34,69 juta ton dengan stok beras pemerintah mencapai 5,3 juta ton. Capaian tersebut merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah diakui BPS, FAO, serta USDA melampaui rekor tahun 1984 2,6 juta ton dan naik 13,29 persen dibanding tahun 2024.

Baca Juga:  Dishub Makassar Hadiri Sosialisasi Literasi dan Edukasi Keuangan dari Bank Sulawesi Mandiri

​Fokus penilaian dari IPI mengukur hasil kebijakan yang nyata dan terukur (output dan outcome), efektivitas, implementasi, dampak, inovasi kebijakan serta koordinasi antar pemerintah bukan sekedar popularitas di media, jelas Denny Charter Founder sekaligus peneliti senior. Dengan metode menggunakan pendekatan evaluasi berbasis bukti (Evidence – Based Government Proformance Evaluation) dengan analisis multi – kriteria decision analysis Index Politica, bukan survei opini publik tetapi dari dokumen dan laporan resmi pemerintah serta statistik sektoral.

​Prestasi yang dipaparkan di media Selasa 08 September 2026 ,capaian ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan kebijakan pertanian yang berdampak nyata bagi petani dan ketahanan pangan nasional. Capaian utama sektor pertanian yaitu ekspor mencapai Rp166 triliun sementara impor pangan berhasil ditekan hingga Rp41 triliun. Pupuk bersubsidi pemerintah menyederhanakan 145 aturan sehingga akses petani lebih mudah, menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen di tengah krisis global. Kesejahteraan petani yaitu nilai tukar petani (NTP) mencapai 129,19 persen yang merupakan angka tertinggi 34 tahun terakhir. Begitupula pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sektor pertanian mencapai 5,74 persen tertinggi dalam 25 tahun terakhir.

Baca Juga:  DPRD Pangkep Berguru di Sinjai, Bahas Pengelolaan Sampah

​Adapun 5 menteri kabinet merah putih dengan skor kinerja tertinggi yang dirilis 08 September 2026, yaitu Andi Amran Sulaiman – Menteri Pertanian dengan skor 91, kedua Rosan Perkasa Roslani – Menteri Investasi dan Hilirisasi dengan skor 89, ketiga Purbaya Yudhi Sadewa –Menteri Keuangan dengan skor 87, keempat Abdul Mu’ti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dengan skor 86 dan kelima Budi Gunadi Sadikin- Menteri Kesehatan dengan skor 85. (mar)

Share :

Baca Juga

ENREKANG

Bank Sampah Massenrempulu Diresmikan, Ekonomi Hijau Bergerak

PINRANG

DPRD Pinrang Menyepakati Nota Kesepakatan Rancangan KUPA dan PPASP Tahun Anggaran 2026

Sulsel

Kunker Sekjen PU, Apri Artoto, Mengapresiasi Program MYP Pemprov Sulsel

SOPPENG

Ny Hj Suarni Suwardi Melantik Kader Sekaligus Membuka Sosialisasi KISAK

Sulsel

Hingga September 2026, Pemkot Makassar Kuasai PSU 221 Perumahan Senilai Rp6,93 Triliun

Sulsel

Munafri Titip Tugas Khusus untuk Kepala UPT TPA Tamangapa: Benahi Sistem, Rangkul Warga

Sulsel

Tanggapi Pandangan Umum Fraksi, DPRD Wajo Gelar Paripurna Jawaban Bupati soal Perubahan APBD 2026

Sulsel

Buka Muscab HNSI Makassar, Munafri Tegaskan Perhatian Pemkot pada Ekonomi Pesisir