“Kolang-kaling telah diteliti memiliki kandungan zat yang berguna sebagai antioksidan dan anti-aging. Sebagai suplemen makanan dapat saja bermanfaat untuk kesehatan tulang dan sendi, namun untuk dapat digunakan sebagai pengobatan, masih memerlukan penelitian antara lain terkait pengujian terhadap manusia dan dosis yang diberikan,” tutur dr Andri Primadhi, SpOT dari Divisi Foot and Ankle Departemen Ortopedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.
4. Tingkatkan daya tahan tubuh
Roy menjelaskan kalau kolang kaling juga baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Ini karena zat dominan dalam kolang kaling yakni karbohidrat dalam bentuk galaktomanan.
“Galaktomanan ini bisa menghambat menempelnya pathogen seperti salmonella. Tak bisa dicerna oleh manusia tapi bermanfaat bagi manusia,” kata Roy.
5. Aman bagi pasien diabetes
Ahli gizi Mochamad Aldis Rusliadi, SKM, menyebut kolang kaling sebagai hidangan berkalori rendah. Oleh karena itu konsumsi kolang kaling selama tidak berlebihan dinilai baik bagi pasien diabetes dalam mengendalikan gula darahnya.
“Jadi aman buat diabetesi asalkan balik lagi tadi, pengolahannya bukan menjadi kolak tinggi gula dan lemak atau sirop tinggi gula ya,” tutur Aldis.
6. Untuk diet
Menurut nutrisionis Leona Victoria Djajadi, MND, buah kolang kaling bisa dimanfaatkan sebagai alternatif cemilan sehat untuk menurunkan berat badan. Alasannya karena kandungan karbohidratnya hanya 11g/100g dan tinggi serat.
“Buat nurunin berat badan sebagai cemilan sehat bisa. Tapi bukan berarti makan kolang kaling lalu bisa turun berat badannya kayak minum obat, itu nggak bisa,” tutur lulusan University of Sydney ini.
7. Redakan panas dalam
Jika ditilik dari kandungan gizinya, tambah Victoria, selain untuk diet kolang kaling sebetulnya juga memiliki kadar air yang sangat tinggi sehingga baik untuk melancarkan kerja saluran cerna serta meredakan panas dalam.(sumber: detik.com)
















