Home / Advertorial

Kamis, 14 November 2019 - 20:55 WIB

Terkait Ranperda Pajak Sarang Burung Walet, DPRD Wajo Kunjungan Komparasi di Kota Balikpapan Kaltim

“Artinya kita memiliki 600 lebih obyek pajak. Kalau di Balikpapan jumlah RBWnya lebih banyak dari kita, tetapi itu hanya dimiliki oleh 51 investor, bukan petani. Jadi obyek pajaknya hanya 51 orang. Dengan demikian, sangat mudah mereka melakukan pemungutan pajak,” urainya.

Lebih lanjut, Ridwan mengatakan, dibandingkan dengan Balikpapan, Kabupaten Wajo jauh lebih sulit karena harus bersentuhan dengan 600 petani walet sebagai obyek pajak,”

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Wajo RR Harap Pemkab Perhatikan Kondisi SPAM IKK di Sabbangparu

“Perda yang mereka (di Balikpapan, red) gunakan relatif sama dengan Perda lama yang kita buat
perubahannya, yakni pajaknya sebesar 10 persen dari nilai penjualan dan sampai sekarang tidak juga mendapatkan penolakan atau resistensi dari masyarakat disana,” ujar Ridwan.

Baca Juga:  122 Guru Honorer K2 Aspirasi ke DPRD Wajo Pertanyakan Kejelasan Nasibnya

Hal itu dibandingkannya dengan Perda di Kabupaten Wajo yang mendapatkan resistensi dari masyarakat dan meminta untuk diturunkan dari 10 persen menjadi 5 persen.

Turut hadir dalam kunjungan komparasi tersebut, utusan dari Pemda Wajo, yakni Bapenda dan BPKAD Kabupaten Wajo.(Advertorial)

Share :

Baca Juga

Advertorial

BPJS Ketenagakerjaan Pangkep Serahkan Santunan Kematian Rp 126 Juta

Advertorial

Hadir Di Hari Jadi Wajo, Gubernur Sulsel Gelontorkan Bantuan 15 Milyar Untuk Wajo

Advertorial

HJW ke-627, Bupati Wajo Tekankan Persatuan dan Sinergi Pembangunan

Advertorial

TNI Gugur di Lebanon Selatan, Tiga Prajurit Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan

Advertorial

DPRD Wajo Mengajukan Ranperda Inisiatif Perubahan Perda Kabupaten Layak Anak

Advertorial

DPRD Wajo Serahan LKPJ Bupati 2025, Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas

Advertorial

Manajemen PT. Famindo Global Energi Bersilaturahim Bersama Bupati Wajo

Advertorial

Sinergi Antar Lembaga, Manajemen PT. PLN NP UP Sengkang Silaturahmi ke Kejari Wajo