Sebelumnya pada rapat kerja, Asri Jaya Latie mengharapkan kepada dinas Perikanan maupun Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan agar dalam penyaluran pupuk bersubsidi yang intinya semua harus berbasis data. “Perbaikan data itu harus menjadi prioritas apalagi sekarang sistem E planning dengan sistem online,” tegasnya.

Dia mengharapkan mengharapkan untuk memperbaiki data yang ada sekarang agar ketersedian pupuk bersubsidi untuk petani dan perikanan dapat terakomodir semuanya
Sekadar diketahui bahwa, berdasarkan Permentan RI Nomor 10 Tahun 2020 bahwa alokasi pupuk bersubsidi untuk Sulsel tahun anggaran 2020 sebanyak 525.466 ton dengan rincian untuk Pupuk Urea sebanyak 233.691 Ton, Pupuk SP -36 sebanyak 31.196 Ton, Pupuk ZA sebanyak 45.437 Ton, Pupuk NPK sebanyak 179.308 ton, Pupuk NPK Formula Khusu sebanyak 11.275 ton, dan Pupuk organik sebanyak 15,559 ton.(Advertorial)

















