H Sayyed Agus Salim, salah satu Jurnalis Senior yang tergabung dalam tim At-taubah Peduli mengatakan, kegiatan pembagian santunan ini merupakan wujud kepedulian sejumah jurnalis Wajo.
“Jadi kita menggalang dana dari para dermawan yang memiliki kepedulian yang sama untuk membantu anak-anak ini, agar mereka bisa tetap belajar dari rumah,” kata Sekretaris PWI Wajo itu.
Selain pembangian santunan, jauh-jauh hari sebelumnya, para Jurnalis Wajo juga rutin berbagi masker gratis. Tidak hanya pada anak yatim tapi juga warga kurang mampu dan pengendara jalan.
“Disetiap kegiatan, kita selalu mengingatkan anak-anak dan masyarakat untuk taat protokol kesehatan. Terutama menerapkan 3 M (Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir) setiap kali beraktifitas,” terangnya.
Senada mediator anak yatim dan dhuafa At-taubah Peduli, Ust Akbar Gunawan menambahkan, kegiatan pembagian santunan ini, merupakan gerakan kemanusiaan yang tidak hanya menyasar anak yatim dan dhuafa tapi juga warga kurang mampu yang terdampak pandemi.
Apalagi kata dia, di awal-awal pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang terhimpit beban ekonomi terutama para pelaku usaha kecil menengah karena adanya pembatasan sosial.
Untungnya kata dia, di masa New Normal perekonomian masyarakat berangsur-angsur pulih. Meski belum sepenuhnya.
“Jadi dengan adanya gerakan kemanusiaan seperti ini, kami berharap bisa menebar senyum kebahagiaan pada saudara-saudara kita yang memang betul-betul membutuhkan,” tukasnya.(*)

















