Untuk masker kain, pastikan pakai masker kain yang terdiri dari minimal tiga lapis. Lapisan pertama adalah lapisan kain hidrofilik seperti katun, lapisan kedua biasanya katun atau polyester, dan lapisan ketiga atau bagian masker paling luar menggunakan lapisan hidrofobik atau bersifat antiair seperti terbuat dari polypropylene untuk menangkal droplet menembus masker kain.
“Ingat! Masker kain hanya dapat dipakai maksimal 4 jam, apabila basah atau lembab segera diganti. Karena itu, bawalah beberapa masker saat keluar rumah,” ujarnya.
dr Reisa mengingatkan, gunakan masker dengan tepat. Tutupi bagian hidung dan mulut sepenuhnya dan cuci tangan sebelum memakai dan melepas masker hanya sentuh bagian tali dan jangan sentuh bagian depan masker bagian tersebut sudah
tidak bersih dan berisiko mengandung droplet.
Dalam kesempatan itu, dia menyebut membuka masker dapat dilakukan pada saat makan dan minum atau olahraga dengan syarat berjauhan dengan orang lain, dengan jarak yang aman minimal dua meter, dan lebih aman lagi apabila dilakukan saat sendirian saat berada di ruang terbuka.
“Jangan buka masker di ruang tertutup yang banyak orangnya. Saya jelaskan lagi bahwa virus adalah makhluk mikroorganisme yang dapat saja melayang di udara ruang tertutup atau bersifat aerosol,” katanya.
Masih menurut dr Reisa, seruan untuk menjauhi kerumunan adalah seruan yang benar. Berkumpulnya banyak orang di satu tempat tanpa diketahui status kesehatan mereka memunculkan risiko tertular sangat besar. Kerumunan membuka kemungkinan kontak dan menghilangkan jarak aman, situasi seperti itu membuat mudah tertular COVID-19. “Maka jauhi kerumunan dan kurangi mobilitas keluar rumah yang tidak mendesak,” tegas dr Reisa.(Tim Komunikasi KPCPEN).
Editor: Muh. Hamzah
















