MEDIASINERGI.CO WAJO — Pemerintah Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan menggelar rapat koordinasi (Rakor) dalam rangka percepatan vaksinasi Covid 19 di Ruang Ppla Senin, 25 Oktober 2021. Pasalnya Wajo saat ini naik kedalam kategori Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.
Hadir dalam Rakor tersebut, Bupati Wajo H. Amran Mahmud, Ketua DPRD Wajo HA. Alauddin Palaguna, Forkopimda Wajo Kadis Kesehatan Hj. Armin, Kepala OPD, Kapolsek, Danramil, Camat dan Kades se Kabupaten Wajo.
Kadis Kesehatan Hj. Armin mengungkapkan, Wajo kembali naik ke PPKM level 3 berdasarkan indikator capaian vaksinasi yang masih di bawah 40 persen.
“Vaksinasi Covid 19 dosis pertama di Wajo sampai dengan 23 Oktober lalu baru mencapai 28,96 persen atau 87.109 orang. Sementara capaian vaksinasi dosis 2 baru mencapai 16,78 persen atau 50.476. Sementara target vaksinasi sebanyak 300.814 orang,” sebutnya.
Hj. Armin merinci, capaian vaksinasi dosis 1 untuk tenaga kesehatan sebanyak 2.546, dosis ke 2 sebanyak 2.494 dan dosis ke 3 sebanyak 1.113. Capaian vaksinasi dosis 1 untuk petugas publik sebanyak 22.199 (66,28%) dan dosis ke 2 sebanyak 17.965 (53,65%) dari target 33.495. Untuk Capaian vaksinasi dosis pertama Lansia sebanyak 6.281 (16,03%) dan dosis ke 2 sebanyak 2.728 (6,96%) dari target 39.182.
Sementara capaian vaksinasi dosis pertama untuk masyarakat umum/rentan sebanayk 47.370 (24,77%) dan dosis 2 sebanyak 22.648 (11.84%). Untuk capaian vaksinasi dosis pertama untuk remaja sebanyak 8.713 (25,07%) dan dosis kedua sebanyak 4.634 (13.33%)
“Saya harapkan dalan rapat koordinasi ini ada kesamaan persepsi dalam rangka percepatan vaksinasi di Wajo sehingga kita kembali ke zona hijau. Kita sekarang ini zero covid 19, tetapi karena capaian vaksinasi masih di bawah 40 persen sehingga Wajo kembali PPKM level 3,” ujarnya.
Bupati Wajo H. Amran Mahmud mengatakan, ada 17 Kabupate/kota di Sulsel yang tiba-tiba naik PPKM ke level 3 termasuk Kabupaten Wajo. “Itu terjadi karena capaian vaksinasi masih rendah atau dibawah 40 persen. Sementara kita di Wajo baru 28,96 persen,” ungkapnya.
Bahkan kata dia, Sejak kedatangan presiden di Bumi Lamaddukkelleng baru naik sekitar 1 persen lebih. Padahal arahan kepada Bupati/walikota dan Forkopimda se Sulsel, presiden meminta agar melakukan upaya dan strategi Vaksinasi di wilayah masing-masing.
Amran Mahmud mengharapkan dalam waktu sepekan ini ada upaya mencapai vaksinasi 50 persen. Pasalnya dalam menghadapi Covid 19 ini, bagaimana masyarakat memliki tingkat imunitas. Salah-satunya melalui vaksinasi.
Orang nomor Satu di Bumi Lamaddukkelleng ini meminta dan mengharapkan kepada kades dan lurah untuk intens turu melakukan edukasi kepada masyarakat tentang vaksin. “Banyak yang takut vaksin karena adanya isu-isu hoax ditengah-tengah masyarakat. Makanya Kades diharapkan untuk turun memberikan edukasi kepada masyarakat kalau vaksin itu aman dan halal,” tegasnya.(hamzah)
Editor: Manaf Rachman











