Home / Sulsel

Selasa, 21 Juni 2022 - 19:34 WIB

Makassar Kota Terendah Kasus Stunting di Sulsel, Wawali Fatma: Massifkan Penanganan dan Inovasi

Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, Menghadiri Rekonsiliasi Stunting Lingkup Pemerintah Pemprov Sulsel, di Hotel Swissbell, Jalan Ujung Pandang, Kota Makassar, Selasa 21 Juni 2022.

Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, Menghadiri Rekonsiliasi Stunting Lingkup Pemerintah Pemprov Sulsel, di Hotel Swissbell, Jalan Ujung Pandang, Kota Makassar, Selasa 21 Juni 2022.

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Persoalan stunting menjadi perhatian bersama. Olehnya itu berbagai upaya di lakukan pemerintah untuk mencegah juga menangani penderita stunting agar bisa sembuh dan hidup sehat layaknya manusia lainnya.

Stunting sendiri atau adanya perlambatan pertumbuhan yang tidak seimbang antara usia dan berat badan anak dapat di cegah secara dini sejak masa kehamilan ataupun pada saat menjelang pernikahan.

Hal tersebut terungkap dalam rekonsiliasi stunting lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang di hadiri oleh Wakil Wali Kota/Bupati se-Sulsel, di hotel Swissbell Makassar, Jalan Ujung Pandang, Selasa 21 Juni 2022.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel yang juga sebagai ketua panitia kegiatan, Dra. Hj. Andi Rita Mariani dalam sambutannya mengungkapkan bahwa jika angka stunting di Sulsel saat ini berada pada angka 27,4% yang sebelumnya di angka 30,59%.

Baca juga:  Vaksinasi dan Layanan Kesehatan dalam rangka HUT Bhayangkara

“Berkat kerjasama dan usaha di masing-masing daerah, kini Sulawesi Selatan mengalami angka penurunan kasus stunting sebesar 3,19%. Sehingga menunjukkan kasus saat ini berada di angka 27,4% yang sebelumnya 30,59%. Tahun 2024 nanti kita tetap berupaya dapat mengejar target di angka 14%”, jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani berharap adanya sinergitas yang baik antar petugas lapangan dan juga dinas terkait agar penanganan stunting bisa lebih di optimalkan lagi.

“Coba lebih di maksimalkan edukasi ke masyarakat. Pendataan itu perlu dan di lakukan secara berjenjang juga bertahap. Hal ini dapat menjadi acuan dinas bergerak dan segera mengambil langkah yang tepat. Jadi memang sinergitas antar semua bagian sangat di butuhkan,” tegas Hayat Gani.

Baca juga:  Tegakkan Kedisiplinan, Kapolres Wajo Didampingi Propam Melakukan Pengecekan Randis

Kota Makassar sendiri masuk dalam kota dengan kategori kasus stunting terendah di Sulsel. Ini di akui oleh Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi yang turut hadir bersama dengan wakil kepala daerah lainnya.

“Alhamdulillah tim lapangan kami bekerja maksimal dan senantiasa menggunakan data akurat di lapangan sehingga memudahkan dalam pendampingan penderita kasus stunting. Selain itu tiap pekan kami mengadakan coffee morning untuk melihat perkembangan kasus dan memberikan makanan pendamping tambahan untuk mereka yang dikategorikan stunting,” jelas Fatma.

Sebagai bentuk dan upaya penanganan bersama di lingkup Provinsi Sulawesi Selatan, maka di adakan penandatanganan bersama komitmen untuk percepatan penanganan stunting yang di ikuti oleh semua wakil kepala daerah di masing-masing Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan.(jk)

Baca juga:  Petugas Dishub Makassar Bidang Lalin Lakukan Giat Pengaturan Lalu Lintas

Editor: Manaf Rachman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Kepala Dinas Kesehatan: 30 Ribu Unit Vaksin Covid-19 Tiba di Sulsel

Sulsel

Selain Berkarir Sebagai Hakim, Suparman Nyompa Mendirikan Pondok Pesantren Al Hadi Al Islami di Wajo

Sulsel

Mutasi Lingkup Pemkab Wajo Bergulir, Saktiar Jabat Inspektur Inspekorat Daerah

Sulsel

Sisa 650 Warga Binaan Lapas Sulsel Belum Divaksin

Advertorial

DPRD Wajo Ajukan 5 Ranperda Usul Inisatif ke Pemkab

Makassar

Kapolda Sulsel Resmikan Lapangan Tembak Tunggal Panaluan Sat Brimob

Advertorial

Pemkab Melepas Resmi Purna Bhakti Bupati Wajo HA. Burhanuddin Unru

HALO POLISI

Turut Belasungkawa, Wakapolda Sulsel Melayat ke Rumah Duka Istri Ustadz Nur Maulana