“Tentu rehab jembatan gantung ini sangat berarti karena ada sekitar 530 rumah tangga yang selalu melewati jembatan ini. Belum lagi akses ekonomi masyarakat kita, baik nelayan maupun berbagai potensi ekonomi yang ada di wilayah kelurahan Laelo ini,” kata Amran.
Pada kesempatan itu, Amran mengajak masyarakat untuk berdoa bersama agar bencana yang yang sudah dua pekan ini baik banjir, longsor, dan angin kencang serta puting beliung yang melanda bisa cepat berlalu.
Amran juga menyerahkan bantuan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Wajo kepada 20 korban banjir yang rumahnya sudah kemasukan air.
Sementara, Ketua Komisi II DPRD Wajo, Sudirman Meru, berujar bantuan rehab ini merupakan hasil reses sehingga diusulkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo. “Alhamdulillah tahun 2022 bisa dikerjakan dan sudah selesai. Harapan masyarakat agar ke depannya, jembatan ini bisa dilalui roda empat,” ujarnya. (Advertorial)
















