Begitu juga di Muhammadiyah yang telah mendorong pelbagai inisiasi dan program yang berbasis teknologi digital. Gerak serempak pemerintah dan ormas untuk bersama-sama membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul menjadi langkah penting menuju 100 tahun Indonesia pada 2045 nanti. Arah transformasi digitalIndonesia 2045 membutuhkan pemimpin-pemimpin yang agile, transformasi dan adaptif dengan teknologi.
Skill digital leadershipmenjadi penting di tengah peningkatan penggunaan teknologi digital saat ini. Tren peningkatan konsumsi teknologi digital tidak lepas dari penggunaan internet di Indonesia pada beberapa tahun terakhir. Penetrasi teknologi dan perputaran ekonomi dalam bisnis digital di negeri ini meningkat menjadi di antara yang terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Pengguna internet di Indonesia juga meningkat drastis pascapandemi. Data We Are Social pada 2022 mencatat pengguna internet di negeri ini mencapai 205 juta pengguna. Dengan demikian, angka ini mencakup 73,7 persen populasi di Indonesia telah menggunakan internet. Penggunaan internet secara rata-rata juga tinggi, yakni 8 jam 36 menit setiap hari.
Dari data yang dilansir, penggunaan internet terbesar diakses menggunakan handphone, yakni 94,1 persen pengguna.Penggunaan internet pada masa pandemi dan pascapandemi di Indonesia, khususnya di sektor pendidikan, menjadikan laju pertumbuhan meningkat. Sepanjang pandemi, dengan kebijakan akses pendidikan berbasis digital, semisal video conference, e-learning, video streaming, e-commerce, dan berbagai layanan lainnya dalam format digital, menjadikan pertumbuhan bisnis berbasis internet dan pengunaan akses teknologi meningkat.
Hal ini juga terpublikasi dalam laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada penyelenggaraan Indonesia Digital Outlook pada Juni 2022 yang seiring dengan data Digital Global Report yang dilansir Hootsuite dan We Are Social.Pertumbuhan bisnis yang berbasis ekosistem teknologi digital juga mengalami tren peningkatan. Dalam sebuah laporan berjudul E-Conomy Sea 2022: Through the Waves, Toward a Sea of Opportunity, nilai perekonomian digital di Indonesia tumbuh sekitar 22% menjadi US$77 miliar atau lebih dari Rp1.196 triliun.
Sementara, gross merchandise value (GMV) perekonomian digital di negeri ini pada 2025 diprediksi mencapai US$130 miliar atau lebih dari Rp2.020 triliun.
Dari laporan yang sama juga menampilkan bahwa nilai perekonomian digital di Indonesia termasuk yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. Nilai GMV beberapa negara-negara Asia Tenggara secara berurutan, yakni Singapura (US$18 miliar), Filipina (US$20 milar), Malaysia (US$21 miliar), dan Vietnam (US$23 miliar). Data GMV ekonomi digital di Asia Tenggara mencapai US$200 pada 2022 dan diprediksi akan terus meningkat hingga 2025 mendatang. Digital leadership: membangun resiliensiSituasi fluktuatif dalam skala global menjadikan kita semua harus tetap waspada dan fokus pada arah kebijakan nasional.
Kita mengalami fase yang mana perekonomian dunia sedang mengalami guncangan yang berdampak pada sosial-politik hingga kebijakan pendidikan secara global. Pada konteks Indonesia, Presiden Joko Widodo telah menegaskan betapa pentingnya sense of crisis. Setiap pemimpin pada pelbagai level dan tingkatan perlu memiliki kewaspadaan tingkat tinggi, keberanian berinovasi, perumusan program yang efisien, hingga kepemimpinan yang berorientasi pada problem solving.
Maka itu, pada situasi yang fluktuatif sekarang ini, digital leadershipmenjadi urgen sebagai skill sekaligus perspektif. Seorang pemimpin haruslah peka dengan isu-isu yang terjadi, adaptif dengan perubahan yang cepat, serta mampu berkomunikasi secara efektif. Tentu saja perubahan ini berdasar pada bagaimana membangun perspektif yang tepat pada model kepemimpinan di era digital ini.
Selanjutnya, kecakapan membangun tim yang mampu bekerja secara kolaboratif, kejelian mencari solusi atas pelbagai masalah yang muncul, hingga secara tepat membangun formula decision making menjadi kuncinyaDigital leadership merupakan kecakapan sekaligus cara pandang atas model kepemimpinan di era fluktuatif sekarang ini. Dengan digital leadership, pemimpin akan menjadi penggerak bagi tim dan komunitasnya untuk membangun resiliensi,l agar bangsa Indonesia tetap survive dan adaptif pada situasi sekarang.
Pada ranah pendidikan, digital leadership menopang arah kebijakan nasional untuk pembangunan sumber daya manusia sekaligus menjadi tulang punggung bagi inovasi-inovasi strategis untuk mencipta manusia-manusia unggul dari negeri ini.(*)
















