Tata Cara Sholat Jamak Takhir Dzuhur dan Ashar
Tata cara sholat jamak takhir dzuhur dan ashar dilaksanakan pada waktu sholat yang terakhir. Jadi, Anda bisa menjamak sholat dzuhur dan ashar pada waktu ashar.
Bacaan niat dan tata cara sholat jamak takhir dzuhur dan ashar:
Membaca niat sholat jamak takhir Dzuhur dan Ashar.
“Ushollii fardlozh zhuhri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al ashri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: “Aku sengaja sholat fardu dhuhur empat rakaat yang dijama’ dengan Ashar, fardu karena Allah Ta’aala.”
Takbiratul ihram.
Lalu melaksanakan sholat Dzuhur empat rakaat seperti biasa.
Setelah melaksanakan sholat Dzuhur langsung melanjutkan dengan menunaikan sholat Ashar empat rakaat beserta membaca niat sholat Ashar tanpa ada pemisah untuk melakukan sholat sunnah.
“Ushollii fardlol ‘ashri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’azh zhuhri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: “Aku sengaja sholat fardu Ashar 4 rakaat yang dijamak dengan dhuhur, fardu karena Allah Ta’aala.”
Sementata Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya seperti pelaksanaan sholat jamak takhir dzuhur dan ashar, tata cara sholat jamak takhir maghrib dan isya’ dilakukan pada waktu sholat yang terakhir, yaitu sholat isya’. Adapun tata cara sholat jamak takhir maghrib dan isya’ adalah sebagai berikut:
Membaca bacaan niat sholat jamak takhir Maghrib dan Isya.
“Ushollii fardlozh maghribi thalaatha raka’aatin majmuu’an ma’al ‘isyaa’i Jam’a ta-khiirinin adaa-an lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: “Aku sengaja sholat fardu maghrib 3 rakaat yang dijama’ dengan isyak, dengan jamak takhir, fardu karena Allah Ta’aala.”
Takbiratul ihram.
Lalu melaksanakan sholat maghrib tiga rakaat seperti biasa.
Setelah menunaikan sholat Maghrib dilanjutkan dengan sholat Isya dan membaca niat sholat Isya 4 rakaat tanpa ada pemisah untuk melakukan sholat sunnah.
“Ushollii fardlozh ‘isyaa’i arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al magribi Jam’a ta-khiirinin adaa-an lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: “Aku berniat sholat isya’ empat rakaat yang dijama’ dengan magrib, dengan jamak takhir, fardhu karena Allah Ta’aala.”
Pelaksanaan Sholat Jamak dengan kondisi yang memperbolehkan seorang muslim menjamak sholat ada banyak sekali, namun semua kondisi tersebut memiliki satu karakteristik yang sama, yaitu masyaqqah (adanya kesulitan).
Misalnya seseorang yang melakukan perjalanan jauh, dan dalam perjalanannya sulit menemukan tempat atau waktu yang pas untuk melaksanakan sholat fardhu. Atau seorang ibu yang menyusui, dan anaknya terus-menerus menangis sehingga membuat sang ibu kesulitan untuk sholat tepat waktu.
Selain ada sebab-sebabnya, melaksanakan sholat jamak juga harus mematuhi syarat yang ada. Berikut ini ada beberapa syarat-syarat yang harus dipatuhi dalam melaksanakan sholat jamak:
Bacaan niat sholat jamak harus sesuai dengan pengerjaannya.
Muwalah atau bersegera. Di antara kedua sholat yang digabung atau dijamak, harus langsung dilanjut. Tidak ada pemisah untuk melakukan salat sunnah.
Masih berstatus sebagai musafir atau masih dalam perjalanan jauh dan belum sampai ke tujuan. Misalnya, ketika sedang takbiratul ihram sampai sholat yang kedua Anda masih berada dalam waktu syarat sahnya menjamak sholat.(*)
















