Pada kesempatan itu, Ketua DPD PAN Wajo ini menyarankan, agar untuk membentuk tim khusus dengan melibatkan semua stakeholder termasuk di dalam Pemkab dalam hal penyiapan dokumen yang dibutuhkan sesuai persyaratan.
“AG. K.H. Muhammad As’ad Al-Bugisy adalah tokoh bangsa yang harus diperjuangkan, pasalnya beliau juga punya andil besar dalam perjuangan Kemerdekaan RI,” ungkapnya.
Sementara, Ketua Umum PP Ponpes As’Adiyah, AG Prof KH Nazaruddin Umar menyebut pengusulan AG KH Muhammad As’ad Al-Bugisy sebagai tokoh pahlawan nasional, tetunya ada pertimbangan-pertimbangan nasionalisme.
Dalam konteks kehidupan politik saat ini jangan hanya tonjolkan AG. K.H. Muhammad As’ad Al-Bugisy sebagai tokoh keagamaan, tetapi kita juga harus menampilkan kalau beliau juga sosok yang patriotisme.
Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta ini pada kesempatan tersebut memaparkan sejarah perjuangan AG KH Muhammad As’ad Al-Bugisy.
Sebelumnya, Tim Kerja, DR Ahmad Muktamar dalam laporannya mengatakan, kalau berbagai upaya telah dilakukan untuk memenuhi persyaratan.
Yakni telah dilakukan FGD, kemudian melakukan diskusi terbatas, pengumpulan berbagai macam dokumen yang terkait dengan perjauangan G. K.H. Muhammad As’ad Al-Bugisy.
“Hal itu terus kita lakukan untuk memenuhi persyaratan administraif berdasarkan ketentuan UU. Seminar yang dilaksanakan hari ini merupakan salah-satu persyaratan administratifnya,” tuturnya.
Ahmad Muktamar menegaskan kalau AG. KH Muhammad As’ad Al-Bugisy adalah toko besar. “Beliau adalah simpul jaringan ulama paling berpengaruh pada abad ke 20 khususnya, di Sulawesi dan Indonesia Timur,” pungkasnya.(Saf)
Editor: Manaf Rachman
















