Home / Advertorial / Nasional

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:09 WIB

Usai Retret, Dimana Nasionalisme dan Kebangsaan PWI

Situasi tersebut tanpa sadar mempengaruhi mentalitas sejumlah wartawan sehingga muncul fenomena ‘wartawan amplop’, ‘bodrex’, ‘tukang pelintir’ dan lain-lain.

Melalui retret, kita disadarkan untuk kembali kepada tugas mulia seorang wartawan seperti yang dideklarasikan oleh para senior-senior di Solo 80 tahun lalu, yang juga diingatkan oleh tema pada kegiatan retret kali ini, yakni ”Memperkuat Pers yang Profesional, Berintegritas dan Berwawasan Kebangsaan untuk Ketahanan Informasi, Demokrasi, dan Keamanan Nasional”.

Perlunya meningkatkan rasa nasionalisme dan kebangsaan wartawan juga menjadi pesan penting yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan RI Sjafie Sjamsoeddin yang turut memberikan pembekalan dalam retret PWI yang berlangsung selama empat hari itu.

Menhan menyebut insan pers memiliki peran strategis sebagai “penjuru perang opini” yang tengah dihadapi bangsa. Wartawan dituntut selalu mengikuti perkembangan informasi agar mampu membaca potensi ancaman sejak dini dan menyiapkan langkah antisipasi.

Baca Juga:  Jalankan Protkes 3M dengan Disiplin, Efektif Cegah Penularan COVID-19

Antisipasi tersebut, lanjut Menhan Sjafrie, harus berpijak pada kepentingan nasional dengan tujuan utama melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Tugas ini bukan semata tanggung jawab aparat pertahanan, melainkan kewajiban seluruh rakyat untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Sebagai insan pers sangat diharapkan update terhadap perkembangan yang ada, tidak boleh ketinggalan informasi, mempunyai suatu antisipasi. Dimana antisipasi yang disiapkan itu harus menjaga kepentingan nasional.

”PWI ditantang untuk menjadi penjuru dari insan pers yang nasionalis dan punya wawasan kebangsaan,” ujar Menhan usai makan siang bersama dengan peserta retret.

Baca Juga:  9 Tahun Ribuan Hektar Persawahan Tergenang Air, Ratusan Petani Didampingi MPC Pemuda Pancasila Mengadu ke DPRD Wajo

Pesan pentingnya bela negara juga ditekankan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pertahanan (Ka BPSDM) Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia pada saat penutupan pelatihan di pusat latihan Batalyon 13 Grup 1 Kopassus Bogor dan Kapusdiklat Bela Negara Badiklat Kemhan Brigjen TNI Ferry Trisnaputra sebagai pengelola tempat retret PWI.

Sambil menyeruput mie rasa kari ayam, oleh-oleh selama pendidikan dan latihan bela negara, dan melirik lencana Bela Negara NKRI berwarna kuning emas, saya mengingat kembali materi-materi yang disampaikan oleh para widyaiswara (pengajar) Puskombelneg dan merenung, akankah nasionalisme dan kebangsaan wartawan akan kembali bangkit setelah mengikuti retret? Jawabannya kembali kepada masing-masing peserta retret.(***)

Share :

Baca Juga

Nasional

Menunggu Titah dari Kalteng, Jalan Keluar Jebakan HPM Tinggi Pasir Kuarsa Kepri

Advertorial

Wajo Benahi Data Pembangunan, Seluruh OPD Dikumpulkan di Diskominfotik

Advertorial

BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Kredit Konstruksi Rp17,5 Miliar, Makin Mudahkan Peserta Miliki Rumah

Advertorial

Kominfotik Wajo Ikut Kerja Bakti Gerakan Indonesia Asri, Andi Musdalifah: Kebersihan Tanggung Jawab Bersama

Advertorial

Bupati Wajo Ingatkan ASN Tidak Live di Media Sosial Selama Jam Kerja

Advertorial

Dari Teguran untuk ASN hingga Motor Sampah Baru, Ini Pesan Bupati Wajo Saat Apel Pagi

Advertorial

Peringati Hari Perpustakaan dan Kearsipan, Wajo Ajak Generasi Muda Rawat Literasi

Advertorial

Pemkab Wajo Peringati Harkitnas ke-118, Soroti Ancaman di Era Informasi