Home / Feature

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:31 WIB

TANGISAN IBLIS DI DEPAN PINTU LANGIT

Benz Jono Hartono, Praktisi Media Massa (Vice Director Confederation ASEAN Journalist (CAJ) PWI Pusat, Executive Director HIAWATHA Institute.

Benz Jono Hartono, Praktisi Media Massa (Vice Director Confederation ASEAN Journalist (CAJ) PWI Pusat, Executive Director HIAWATHA Institute.

Ia berdiri di depan pintu langit yang telah tertutup baginya.

Ia menangis.
Tetapi tangisan itu bukan karena takut masuk neraka.

Bukan pula karena menyesal kehilangan surga.

Iblis menangis karena satu kesadaran yang datang terlambat:

Ia telah melampaui batas atas kehendak Tuhan.

Ia menyadari sesuatu yang tidak pernah ia sadari ketika kesombongan menguasai dirinya:

Kesombongan adalah hak Tuhan semata.

Hanya Tuhan yang berhak menyatakan keagungan-Nya.

Hanya Tuhan yang berhak memiliki kebesaran mutlak.

Makhluk, betapapun tinggi kedudukannya, tidak pernah memiliki hak itu.

Baca Juga:  Aksi Simpatik Satlantas Polres Wajo, Bagi-bagi Masker Hingga Sembako ke Warga

Tetapi Iblis telah mencoba mengambilnya.
Dan sejak saat itulah sejarah manusia dimulai dengan satu pelajaran besar:

Bahwa ibadah yang panjang tidak menjamin keselamatan bila di dalam hati tumbuh kesombongan.

Bahwa kedekatan dengan Tuhan tidak berarti apa-apa jika seseorang mulai merasa dirinya lebih tinggi daripada kehendak Tuhan.

Iblis adalah makhluk yang pernah sangat dekat dengan langit.

Tetapi ia jatuh bukan karena kurang ibadah.

Ia jatuh karena sombong.

Baca Juga:  Kalender Hijriah dengan Perhitungan Penanggalan Islam

Dan di depan pintu langit yang tertutup itu, tangisannya menjadi saksi bagi seluruh makhluk:

Bahwa kehancuran terbesar tidak datang dari dosa yang kecil, tetapi dari kesombongan yang membuat makhluk merasa lebih benar daripada Tuhan.

Itulah tangisan Iblis di depan pintu langit.

Tangisan seorang makhluk yang terlambat memahami bahwa di hadapan Tuhan, tidak ada yang lebih mulia selain ketaatan. Dan tidak ada dosa yang lebih berbahaya daripada kesombongan. (Benz Jono Hartono, Praktisi Media Massa)

Share :

Baca Juga

Feature

Momen Sakral di Manado: Andrei Angouw Catat Pernikahan Putra Gubernur Sulut

Feature

CAJ SEPAKAT BANGUN KEMITRAAN STRATEGIS DENGAN PLATFORM DIGITAL

Feature

RESIKO PUNYA PRESIDEN MANTAN JENDERAL MILITER

Feature

STRATEGI SHADOW POWER: BAGAIMANA OPERASI INTELIJEN, MEDIA GLOBAL, DAN TEKNOLOGI DIGITAL MEMBENTUK POLITIK DUNIA MODERN

Feature

Inspirasi Delapan Perempuan Tangguh Mesir Warnai Koleksi Lebaran

Feature

Pembangunan Depo Peti Kemas untuk Perkuat Logistik Papua Selatan, Bappenas Tinjau Pelabuhan Merauke

Feature

Kalender Hijriah dengan Perhitungan Penanggalan Islam

Feature

Bakal Dibangun Rumah Adat Kuno Sawerigading Menjadi Aikon Wisata