Home / OPINI

Sabtu, 16 Mei 2020 - 15:10 WIB

Hadapi Covid 19, Ada Superhero dalam Media Edukasi Cetak untuk Balita

Oleh: Besse Irna T.,SKM.,M.Kes.
Dosen Politeknik Negeri Media Kreatif

MEDIASINERGI.CO — Tidak bisa dipungkiri bahwa icon superhero sangat melekat di dunia anak-anak. Tak heran jika apapun yang dikemas dalam balutan superhero akan menarik perhatian si kecil, termasuk mengenai kesehatannya yang disajikan dalam bentuk media edukasi cetak.

Kita tahu bersama, isu kesehatan jarang menjadi primadona dalam media. Dengan kompleksitas dan terkesan rumit, isu kesehatan harus diakui bukanlah isu yang menarik untuk disimak oleh publik. Padahal media memiliki peran yang sangat penting dalam menyebarluaskan informasi kesehatan agar masyarakat memiliki informasi yang cukup untuk membuat keputusan-keputusan terkait kesehatan diri dan orang-orang di sekitarnya—peran yang sama pentingnya dengan peran dokter, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan pada umumnya. Isu kesehatan hanya mendadak menarik ketika terjadi hal-hal kontroversial, seperti malapraktik dan kasus criminal yang kebetulan dilakukan oleh oknum tenaga kesehatan.

Baca Juga:  Menakar Capain Kinerja 2 Tahun Pemerintahan PAMMASE (2)

Dalam upaya edukasi kesehatan melalui media cetak diupayakan pesan yang disampaikan membuat pembaca menjadi tahu dan sadar. Dalam mengupayakan hal tersebut, kuncinya terletak pada keberhasilan membuat pembaca tersebut memahami bahwa “sesuatu” tersebut adalah masalah baginya dan bagi masyarakat. Sepanjang pembaca yang bersangkutan belum mengetahui dan menyadari bahwa “sesuatu” itu merupakan masalah, maka pembaca tidak akan bersedia menerima informasi apa pun lebih lanjut. Faktanya virus Corona tipe baru, atau sebutan resminya COVID-19 (Corona Virus Disease 2019), yang banyak diliput dan menimbulkan keresahan warga dunia belakangan ini. Tingginya intensitas peliputan COVID-19 ini karena penularannya yang cepat dan memakan banyak korban. Tidak heran jika COVID-19 telah dinyatakan sebagai pandemi dunia oleh WHO.

Di Indonesia sendiri Pemerintah menyikapinya dengan terbitnya Keputusan Presiden No. 12 tahun 2020 tentang Penetapan Bencana non alam penyebaran COVID-19 sebagai Bencana Nasional.

Baca Juga:  Pemkab Gowa-OJK Sulampua Gelar Vaksin Gratis

Selama belum ditemukan vaksin, virus corona akan menjadi ancaman bagi seluruh lapisan masyarakat termasuk balita. Anak-anak tidak hanya tertular COVID-19, tetapi mereka juga termasuk di antara korban yang paling parah terkena dampaknya.

Meskipun kasus infeksi virus corona pada balita masih sedikit di Indonesia maupun di negara lain, Orang tua juga perlu waspada, tetapi jangan panik dan bertindak impulsif. Sebelum krisis COVID-19, 32 persen anak-anak di seluruh dunia dengan gejala pneumonia tidak dibawa ke penyedia layanan kesehatan. Tidak bisa dipungkiri karena pandemi ini akan terjadi gangguan dalam layanan imunisasi, mengancam berjangkitnya penyakit yang sudah ada vaksinnya, seperti polio, campak, dan kolera. Selain itu, penutupan sekolah juga menghilangkan akses informasi termasuk informasi kesehatan. Namun demikian, karakteristik daya tahan tubuh anak-anak berbeda dengan orang dewasa.

Share :

Baca Juga

OPINI

Provokasi di Balik Aksi dan Kontroversi Pernyataan Menteri Agama

OPINI

Digital Leadership dan Arah Kebijakan Pendidikan 2023

OPINI

Mental Muhammadiyah

OPINI

Di Balik Pers Indonesia Berduka

OPINI

Menakar Capain Kinerja 2 Tahun Pemerintahan PAMMASE (2)

OPINI

Optimalkan Segera TPKAD

OPINI

Adakah Potensi Korupsi Dalam Pelaksanaan Kegiatan Bantuan Sehubungan Dengan Cpvid 19????

OPINI

Tahun 2045, Peranku Menuju Indonesia Berkemajuan