MEDIASINERGI.CO
Peristiwa pengusiran terhadap tiga orang pejabat kabinet Republik Indonesia dalam sebuah forum diskusi di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berujung ricuh menjadi sebuah peristiwa yang layak dicermati secara mendalam. Terlepas dari siapa yang benar dan siapa yang salah, kejadian tersebut sesungguhnya menggambarkan adanya persoalan yang lebih besar dalam kehidupan demokrasi Indonesia, yaitu semakin lebarnya jarak antara penguasa dan kelompok masyarakat kritis, khususnya kalangan mahasiswa.
Sejak era pergerakan nasional hingga Reformasi 1998, mahasiswa selalu menempatkan diri sebagai kekuatan moral (moral force) yang berfungsi mengawasi jalannya kekuasaan. Kampus bukan hanya ruang akademik, melainkan juga ruang kritik terhadap berbagai kebijakan negara yang dianggap menyimpang dari kepentingan rakyat.
Dalam sejarah Indonesia, suara mahasiswa sering kali menjadi alarm ketika negara dinilai berjalan ke arah yang salah. Mereka pernah menjadi kekuatan yang menjatuhkan Orde Lama, mengoreksi Orde Baru, hingga menjadi penggerak utama Reformasi 1998. Oleh karena itu, ketika mahasiswa menunjukkan sikap penolakan terhadap kehadiran pejabat negara, hal tersebut tidak bisa semata-mata dipahami sebagai tindakan emosional, melainkan harus dibaca sebagai gejala politik yang lebih luas.
Namun demikian, demokrasi juga menuntut adanya ruang dialog yang sehat. Kampus sebagai pusat ilmu pengetahuan idealnya menjadi arena pertarungan gagasan, bukan pertarungan teriakan. Ketika forum diskusi gagal berlangsung karena salah satu pihak tidak diberi kesempatan menyampaikan pandangannya, maka yang hilang bukan hanya kesempatan berbicara, melainkan juga kesempatan menguji argumentasi secara ilmiah.
Mahasiswa memiliki hak untuk menolak, mengkritik, bahkan memprotes kebijakan pemerintah. Hak tersebut dijamin oleh konstitusi dan merupakan bagian penting dari demokrasi. Akan tetapi, kritik yang paling kuat sesungguhnya bukanlah kritik yang membungkam lawan bicara, melainkan kritik yang mampu menghancurkan argumentasi lawan melalui data, analisis, dan pemikiran yang lebih unggul.
















