Home / Sulsel

Rabu, 25 Agustus 2021 - 09:01 WIB

Tak Sempat Memandang Wajah Kedua Orang Tuanya, Si Kembar Rafa – Rafi Lahir Tak Bernyawa

Pemakaman Ananda Muh. Rafi dan Muh. Rafa di Pekuburan Sempange Selasa, 24 Agustus 2021

Pemakaman Ananda Muh. Rafi dan Muh. Rafa di Pekuburan Sempange Selasa, 24 Agustus 2021

* PWI Wajo Sulsel Berduka

Innalillahi Wainnailaihi Rajiun….
Selamat jalan untuk selamanya ananda si kembar Muhammad Rafa dan Muhammad Rafi…

Engkau lahir dalam keadaan sudah tak bernyawa. Allah lebih mencintai dan menyayangimu, Allah sudah menyiapkan surga untukmu…

Si Kembar Muh Rafa dan Muh Rafi lahir pada Senin 23 Agustus 2021, sekitar pukul 22. 45 WITA, di Rumah Sakit Umum Lamaddukkelleng Sengkang Wajo, dalam keadaan sudah tak bernyawa.

Muh Rafa lebih duluan keluar dari rahim ibundanya Karlina, kemudian menyusul Muh Rafi. Karlina melahirkan dalam keadaan normal.

Bupati Wajo melayat di rumah duka
Bupati Wajo H. Amran Mahmud melayat di rumah duka Desa Assorajang Kecamatan Tanasitolo

Keesokan harinya Sekira 10.00 WITA Selasa 24 Agustus 2021 jenasah si Kembar mungil buah hati dari Muhammad Hamzah dan Karlina, dikebumikan pekuburan umum SempangngE Kecamatan Tanasitolo Wajo Sulsel.

 

Ayahanda Muh Rafa dan Muh Rafi, Muhammad Hamzah terlihat tak kuasa menahan tangis saat kedua anaknya dimandikan lalu dikafani.

Setelah itu, Muh Rafa dan Muh Rafi di Shalatkan dan selanjutnya dibawa ke pemakaman.

Dalam perjalanan menuju ke tempat pemakaman, Muhammad Hamzah bercerita di atas mobil bersama Ketua PWI Wajo, H.Rukman Nawawi yang membawa jenasah si Kembar.

“Bahkan Muhammad Hamzah Sudah memberikan nama sebelum si kembar lahir. Dengan suara serak, Wartawan Media Sinergi ini menjawab, jika dia sudah menyiapkan nama yaitu Muhammad Rafa dan Muhammad Rafi,” ujarnya.

Menurut Hamzah nama Muh. Rafa berarti kebaikan, simpati dan kasih sayang, Sementara Muh Rafi berarti meninggikan.

“Jika digabungkan dua nama dari anak ini, berati, akan meninggikan derajatnya dan keluarganya, dalam hal kebaikan, dan akan mendatangkan kasih sayang untuk keluarganya,” ujar Muhammad Hamzah lirih.

Muh Rafa dan Muh Rafi hanyalah tinggal kenangan bagi keluarga Muhammad Hamzah, Allah berkehendak lain. Allah lebih menyayangi dan memanggilnya mendahului kedua orang tuanya.

Muh Rafa dan Muh Rafi menunggu kedua orang tuanya di Surga dalam kehidupan yang kekal dan abadi.

Hanya saja, yang disesalkan Muhammad Hamzah, kenapa pihak RSU Lamaddukkelleng Sengkang Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo, sempat menolak untuk membantu persalinan isterinya dan menyuruhnya ke Puskesmas Wewangrewu Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo.

Padahal, kata Muhammad Hamzah, isterinya sudah sangat butuh pertolongan pada waktu itu.

“Karena ditolak oleh petugas rumah sakit umum Maddukkelleng, karena tampa surat rujukan dari Puskesmas Wawanrewu dan sangat terpaksa kami bawa ke Puskesma Wewangrewu dan sambil meneteskan air mata, kami dirujuk kembali ke RSU Lamaddukkelleng Sengkang. Dan akhirnya anak kami meninggal dalam kandungan,” sesalnya dan berkali kali meneteskan air mata.

Pengurus PWI Kabupaten Wajo ini, tidak bermaksud menyalahkan siapa-siapa, tapi seandainya isterinya langsung dirawat pada saat datang ke RSU Lamaddukkelleng, mungkin nyawa anaknya bisa tertolong.

“Kematian Muh Rafa dan Muh Rafi adalah takdir, tapi seandainya kami dilayani dengan baik, saat datang pertama kalinya mungkin saja bayi kami bisa tertolong. Saya berharap bapak Bupati Wajo Dr. H Amran Mahmud S.Sos, M.Si bisa menjadikan bahan evaluasi dari kasus yang menimpa keluarga kami,” harap Muhammad Hamzah juga sebagai pengurus PWI Wajo Sulsel.

Sementara Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Wajo Sulsel, H.Rukman Nawawi. Sangat sesalkan hal pelayanan petugas RSU Lamaddukkelleng Sengkang. Saat dihubungi Wartawan Rabu 25 Agustus 2021

Harusnya, kata Rukman Nawawi, pihak Rumah Sakit menyelamatkan dulu pasiennya, Administrasi dapat diurus prosesnya setelah melayani pasien.

Anggota DPRD Wajo Ir. Junaidi dan Ketua PWI Wajo H. Rukman Nawawi bersama pengurus melayat di rumah duka Empagae Desa Assorajang Kecamatan Tanasitolo

“Ingat saya sangat sesalkan petugas Rumah Sakit Maddukkelleng Sengkang yang menolak merawat pasien, padahal pasien sangat butuh pertolongan. Bupati harus evaluasi dan berikan sanksi tegas,” ujarnya.

Mantan Wartawan Pedoman Rakyat ini, berharap Kedua orang tua Muh Rafa dan Muh Rafi bisa bersabar dan tabah menghadapi cobaan ini.

“Atas nama PWI Wajo Sulsel dan Media Sinergi Group menyampaikan bela sungkawa yang sangat mendalam. Semoga Pak Muhammad Hamzah bersama keluarganya bisa bersabar dan tabah menghadapi cobaan ini,” ujar H Rukman Nawawi.

Owner dari Media Sinergi group ini, tak lupa menyampaikan terimakasihnya kepada Bupati Wajo H Amran Mahmmud, Kapolres Wajo AKBP Muh Islam , Anggota DPRD Wajo Ir Junaedi, Kasatlantas Polres Wajo AKP HASANANG, Kepala Keuangan daerah Ir Armayani, Kadis Kominfo Dwi Apriyanto, Kadis Pendidikan Faisal T, Kabid Humas Syafaruddin dan Teman- teman Jurnalis yang bertugas di Wajo atas perhatiannya dan ucapan bela sungkawanya atas meninggalnya Si Kembar Muh Rafa dan Muh Rafi.

“Atas pribadi dan Pimpinan Media Sinergi Group, kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak atas perhatiannya dan ucapan belasungkawa terhadap ananda kami Almarhum,” ujar Rukman Nawawi (**)

Editor: H. Manaf Rachman

Ditulis oleh Hamzah Sinergi

Wartawan resmi mediasinergi.co. Specialist konten berita, pendidikan, kesehatan, dan olahraga

Share :

Baca Juga

Sulsel

Tak Lagi Kenal RS Tipe A-B-C, Kota Makassar Siap Terapkan Sistem Rujukan Berbasis Kompetensi

Sulsel

Pemkot Makassar Turun ke Sekolah, Lindungi Siswa dari Ancaman Kabut Asap

Sulsel

Dari Lontara+ hingga Command Center, Makassar Perkuat Layanan Publik Berbasis Digital

Sulsel

Wabup Hengky Yasin Ajak Semua Sektor Bergerak, Takalar Dukung Ending AIDS 2030

Sulsel

Pemkot Makassar Respons Kekeringan, Air Bersih dari PDAM Disalurkan Menjangkau ke 9 Kecamatan

Sulsel

Bupati Takalar Turun Langsung Dengarkan Keluhan Nelayan di Galesong

Sulsel

JSI Baca Perpindahan Appi ke Demokrat: Bukan Sekadar Ganti Jaket, Peta Politik Sulsel Bisa Bergeser

Sulsel

Mengabdi 22 Tahun, Bupati Takalar Lepas Sekda Muhammad Hasbi Pindah Tugas ke Pemkot Makassar

Tinggalkan Komentar