MEDIASINERGI.CO GOWA — Korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh seorang ibu dan ditemani keluarga lainnya yang mencongkel mata anaknya sendiri, terus menjadi sorotan pemberitaan di media massa di daerah ini.
Diera digital seperti saat ini, masih saja ada orang yang percaya dengan ritual pesugihan sampai rela mengorbankan mata anaknya sendiri di Kabupaten Gowa, seperti yang dilansir dari Kepolisian Polres Gowa yang melakukan pemeriksaan mendalam kepada pelaku kekerasan dalam rumah tangga.
Anak korban kekerasan pun terpaksa harus diberikan perawatan untuk segera mengobati luka akibat mendapat kekerasan dart ibunya sendiri.
sebagai bentuk rasa simpati terhadap anak yang menjadi korban kekerasan oleh orang tua kandung dan keluarganya di Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan juga mengunjungi korban sekaligus mengecek kondisi anak yang masih mendapat perawatan di RS. Syech Yusuf Gowa, Senin6 September 2021.
Ketika membesuk anak korban kekerasan, Kabid Humas Polda Sulsel juga di dampingi Kasubag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan untuk mengecek kondisi korban perempuan atas nama Asmika Putri (6 th) di ruang Operasi RS. Syech Yusuf Gowa.
Kabid Humas Polda Sulsel bersama Kasubag Humas Polres Gowa terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit tentang penanganan korban kekerasan ibu kandungnya yang sudah mendapat perawatan oleh pihak rumah sakit Syekh Yusuf Kabupaten Gowa.
Setelah keluar dari ruang operasi, selanjutnya Kabid Humas menemui pihak keluarga korban yang membantu menyelamatkan Asmika Putri dari penganiayaan ibu kandungnya sendiri.
“Saya turut prihatin atas kejadian ini, semoga korban bisa segera pulih dari sakitnya, saya berharap bapak ibu tetap bersabar dan menyerahkan penanganan kasus ini kepada pihak penyidik Polres Gowa,” tutur Kabid Humas.
Hingga hari ini dua terduga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah dilakukan penahanan oleh penyidik Polres Gowa kemudian, terhadap kedua orang tua korban masih dalam penanganan medis di RSKD Dadi Makassar, pungkas Kombes Pol. E. Zulfan.
Terkait kasus ini, sejumlah pihak menyayangkan terjadinya kekerasan anak yang dilakukan keluarga dekat, bahkan Kementerian Sosial sudah mengutus tenaga pendamping kesejahteraan sosial anak untuk melakukan pendampingan terhadap kasus tersebut.
Editor: Manaf Rachman



