Home / Advertorial / Wajo

Senin, 25 Juli 2022 - 19:21 WIB

Peringatan HAN Dihadiri Menteri PPPA, Bupati Wajo Komitmen Tekan Angka Pernikahan Anak

Bupati Wajo berbincang-bincang dengan Menteri PPPA RI I Gusti Ayu Bintang Darmawati

Bupati Wajo berbincang-bincang dengan Menteri PPPA RI I Gusti Ayu Bintang Darmawati

Sementara, Menteri PPPA, Bintang Puspayoga, pada kesempatannya mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencegah perkawinan usia anak. Pemerintah, kata dia, sedang dan terus melakukan upaya pencegahan perkawinan anak. Sebab, akan berdampak buruk bagi diri anak secara mental dan fisik serta menjadi salah satu penyebab lahirnya anak stunting.

“Untuk itu, kami mengajak semua pihak dapat bersama-sama melakukan pencegahan perkawinan anak. Hanya kolaborasi, kerja sama, dan sinergi bersama yang membuat perkawinan anak dapat diakhiri,” ucap Bintang Puspayoga.

Menurutnya, perkawinan anak memberikan banyak dampak negatif, mulai dari putusnya pendidikan anak yang bersangkutan, kesehatan, hingga ekonomi yang dapat menyebabkan munculnya kemiskinan baru atau kemiskinan struktural. Kemudian, potensi terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perdagangan orang, serta pola asuh yang salah terhadap anak sehingga seluruh hak anak bisa terenggut. “Mari kita lindungi dan selamatkan generasi penerus bangsa dari perkawinan anak,” tegasnya.

Baca Juga:  Sat Reskrim Polsek Pitumpanua Ringkus DPO Pencurian Uang di Makassar

Bintang Puspayoga mengapresiasi upaya yang dilakukan Pemkab Wajo dalam upaya merespons permasalahan yang menjadi consern nasional, yakni pernikahan anak. Di samping itu, dirinya juga menyampaikan atas sambutan hangat kepadanya selama berada di Wajo. “Kami juga mengapresiasi dan berterima kasih atas penyambutan yang luar biasa dari Pemkab Wajo pada kunjungan kami,” tuturnya.

Rangkaian peringatan HAN dilanjutkan dengan dialog antara Menteri PPPA dengan empat aktor kunci pencegahan perkawinan anak (kepala desa perempuan yang berhasil menurunkan perkawinan anak, tokoh adat berpengaruh, tokoh ulama berpengaruh, dan imam desa). Dilanjutkan penandatanganan komitmen dalam pencegahan perkawinan anak dengan empat aktor tersebut juga dengan para pemangku kebijakan pencegahan perkawinan anak, yakni Bupati Wajo, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Wajo, Ketua Pengadilan Agama Wajo, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wajo, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wajo. Ada pula penyerahan penghargaan secara simbolis oleh Menteri PPPA dan Bupati Wajo kepada kepada kepala desa dan lurah yang zero perkawinan anak 2022.

Baca Juga:  Penjelasan Lengkap Listrik Gratis 3 Bulan

Turut hadir pada kegiatan ini Wakil Bupati Wajo, Amran, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Wajo, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Mirna, Sekretaris Daerah (Sekda) Wajo, Armayani, jajaran kepala perangkat daerah Pemkab Wajo, pimpinan instansi vertikal, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Wajo bersama pimpinan organisasi wanita, camat, kepala desa, dan lurah se-Wajo, serta Forum Anak Daerah dan Forum Genre maupun undangan lainnya.(Saf)

Editor: Manaf Rachman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Tanggapi Pandangan Umum Fraksi, DPRD Wajo Gelar Paripurna Jawaban Bupati soal Perubahan APBD 2026

Sulsel

DPRD Wajo Gelar Paripurna Bahas Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Naik Rp90,9 Miliar

Sulsel

Tampil Tak Terkalahkan, Wajo Lolos ke Perdelapan Final Piala Gubernur 2026

Sulsel

BREAKING NEWS: 81 Kursi Bergeser Di Wajo, Andi Rosman: Jabatan Baru Harus Lahirkan Perubahan

Sulsel

BREAKING NEWS: Hari Ini, Peta Birokrasi Wajo Berpotensi Berubah

Sulsel

BPK Sulsel Audit Kinerja PDAM Wajo, Bupati Andi Rosman Minta Jajaran Kooperatif

Sulsel

Wujud Kepedulian Polri, Polres Wajo Bantu 12.000 Liter Air Bersih bagi Masyarakat Maddukkelleng

Sulsel

Andi Rosman Lepas Semangat Tim Sepak Bola Wajo: Tampil Terbaik dan Jaga Fair Play