Jika madu asli yang kadar airnya sangat sedikit, maka madu tidak akan membasahi kertasnya.
Sebaliknya, jika madu palsu, akan meleleh karena perubahan suhu yang membuatnya mudah mencair dan membasahi kertas atau tisu.
Tes Kristalisasi
Proses pembentukan madu asli yang bercampur dengan enzim dari lebah, membuat teksturnya cenderung membentuk gumpalan pada bagian bawah botol.
Sebab, enzim tersebut terus bekerja setelah disimpan lama. Hal ini tidak berlaku bagi madu palsu yang tidak terdapat enzim apapun. Karena itu, konsistensinya akan sama sejak pertama kali disimpan dalam wadah botol.
Tes Pakai Air
Cara ini merupakan metode paling gampang untuk bisa segera membedakan madu asli dan palsu.
Madu asli jelas tidak mudah tercampur dengan air. Karena itu, ketika dituangkan satu atau dua tetes ke dalam segelas air, maka konsistensinnya tetap bertahan dan mengendap di dasar gelas.
Berbeda dengan madu palsu yang terbuat dari gula, konsistensinya mudah memudar jika terkena air. Bahkan tanpa diaduk sekalipun.
Tes Pakai Jari
Metode lainnya adalah menggunakan jari tangan. Namun, tes ini cukup subjektif karena dinilai berdasarkan pada apa yang kita rasakan setelah mengoleskan madu ke jari-jari.
Caranya yakni mengoleskan madu, kemudian digosokkan antara jari telunjuk dan jempol. Ketika madu terlihat menyerap ke kulit dan membuat kulit terasa tidak lengket, maka madu itu asli.
Sebaliknya, saat madu digosok dan sensasinya sangat lengket ketika disentuh, maka kemungkinan itu madu palsu. (*)

















