“Kami dari Pemkab Wajo mendorong keterlibatan pensiunan yang tergabung dalam Forum Kabupaten Sehat yang kami sebut Ulama. Dimana Ulama ini kedepannya akan membangun sistem peringatan dini pekerja anak, putus sekolah, Stunting dan perkawinan anak,” ujarnya.
Selain itu, Amran Mahmud mengaku terinspirasi dari Perwakilan NGO yang mewakili Wajo pada Forum WHO di Kathmandu, Nepal beberapa waktu lalu, bahwa ternyata generasi muda sangat aktif dalam pembinaan Kabupaten Sehat ini.
“Karena saya tidak bisa ikut, jadi saya biayai pribadi Perwakilan NGO sekaligus mewakili generasi muda yang juga adalah putra kami untuk mendampingi Ketua FKS di Nepal. Ternyata dia lebih aktif dan lebih agresif sehingga kita akan sasar nanti generasi muda dan millenial untuk turut bergabung,” ucapnya.
Amran berharap metode ini akan berkontribusi dalam membantu promosi kesehatan di seluruh kawasan Asia dan menunjukkan kepemimpinan dalam berbagi informasi di kawasan Asia.
“Kami ucapkan terima kasih atas kunjungan dari WHO, khususnya dari WHO Representasi Indonesia serta usaha keras dari seluruh Tim Pembina dan Forum Kabupaten Sehat Kabupaten Wajo,” ucapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Komisi II DPRD Wajo Sudirman Meru, Kepala OPD, Ketua Forum Kabupaten Sehat (FKS), Sitti Maryam, Sekretaris Tim Pembina, Armin, para Camat, Kades, Lurah dan anggota FKS Wajo, Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa/Kelurahan serta undangan lainnya.
Sekadar diketahui, Kabupaten Wajo saat ini telah mengikuti tahap verifikasi Kabupaten Sehat untuk mempertahankan Swasri Saba Wistara ke 5 kalinya dengan 9 tatanan.
Kesembilan tatanan tersebut yaitu kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, pemukiman dan rumah ibadah, pasar rakyat, satuan pendidikan, kawasan pariwisata sehat, transportasi dan tertib lalulintas jalan, perkantoran dan perindustrian, perlindungan sosial dan pencegahan dan penangan bencana.(Zah)
Editor: Manaf Rachman
















