Laporan : H.Manaf Rachman
MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Upaya untuk menggali potensi wilayah pesisir, khususnya potensi wisata yang ada di kawasan Teluk Tomini, maka diawal tahun 2023 ini, Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS) menggelar seminar regional bertema Pengembangan Wilayah Pesisir Kawasan Teluk Tomini dalam mendukung Sektor Pariwisata di Regional Sulawesi.
Seminar dibuka oleh Sekjen BKPRS, Prof Dr. Aminuddin Ilmar SH, MH, yang mewakili Ketua BKPRS, Olly Dondokambey, SE, yang berlangsung di Hotel Aryaduta Makassar, Senin, 16 Januari 2023.
Dikatakan, pariwisata mempunyai peran penting dalam mendorong kegiatan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan kesempatan kerja.
Pariwisata berkontribusi dalam penerimaan devisa negara, yang dihasilkan dari adanya kunjungan wisatawan mancanegara dan juga adanya nilai tambah PDB serta penyerapan tenaga kerja.
Wisata bahari merupakan wisata yang memanfaatkan potensi alam dan potensi wisata laut yang tak bisa dipisahkan dengan keberadaan ekosistem yang
kaya dengan keanekaragaman jenis biota laut.
Secara singkat wisata bahari merupakan rekreasi wisata ke pantai dan lautan, yang saat ini menjadi unggulan kebangkitan pasca pandemi covid 19.
Menurut data kementerian kelautan dan perikanan, Indonesia mempunyai 20,87 juta hektar Kawasan konservasi pesisir dan berbagai pulau kecil yang membentang pada garis pantai 99.093 km dengan luas laut 3,257 juga km persegi.
Teluk Tomini merupakan teluk yang terbentang di tiga provinsi di Sulawesi yakni, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Provinsi Gorontalo.
Teluk Tomini merupakan Teluk terbesar di Indonesia, karena memiliki luas hampir 6 juta hektar.
Bahkan disebutkan kawasan Teluk Tomini terdapat sekitar 90 buah pulau.
Teluk Tomini terletak di garis khatulistiwa dan garis Wallace-Weber, yang membuat teluk ini kaya akan biota laut.
Diperkirakan Teluk ini memiliki 785,10 hektar hutan mangrove dan area terumbu karang seluas 1.031 hektar, yang menjadikan sebagai daerah segitiga terumbu karang dunia atau heart of coral triangle.
Dengan letak seperti itu menjadikan Teluk Tomini adalah surga bagi penikmat wisata bahari.
Di kawasan TelukTomini jug terdapat terumbu karang jenis Apollo dan bara uda, ikan warna warni dan juga ikan lumba-lumba.
Selain itu juga terdapat taman laut Pulau Bitila, taman laut Buyat dan taman nasional Kepulauan Togean.
Meskipun memiliki potensi menarik, namun pengembangan Teluk Tomini juga memiliki banyak permasalahan yang harus mendapat perhatian.
Mengutip dari Rektor Universitas Negeri Gorontalo, DR. Eduart Wolok, ST. MT tahun 2022 lalu.
Menurutnya, ada empat persoalan besar di wilayah pesisir yakni, masalah kemiskinan, kerusakan sumberdaya pesisir, minimnya infrastruktur dan kesehatan lingkungan di pemukiman desa dan rendahnya kemandirian organisasi sosial desa.
Dengan latar belakang itulah, sehingga BKPRS menggagas seminar regional pengembangan kawasan Teluk Tomini untuk menunjang sektor pariwisata di kawasan Regional Sulawesi.
Dalam sinar itu ditampilkan tiga orang narasumber yakni, Direktur Wisata minat Khusus Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan kegiatan Kemenparkeraf, Itok Parikesi, ST, MM.
Narasumber kedua Asisten Deputy Pengelolaan Ruang Laut dan Pesisir Kemenko bidang Kemaritiman dan Investasi, Dr.Muh.Rasman Manado, SP, MSi dan pembicara ketiga yakni Wakil Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Dr. Muhammad Amir Arham, ME.
Seminar dan diskusi dipandu oleh moderator Abd.Wasir Samad, Ph.D.
Seminar dihadiri Sekertaris Provinsi se Sulawesi, Kepala Bappaeda/Bappelitbangda Provinsi/Kabupaten/kota se Sulawesi, para Kepala Dinas Pariwisata Provinsi/Kabupaten/kota, para Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi/Kabupaten/kota, kadis pengelolaan lingkungan hidup, Kepala Pusat studi lingkungan hidup se Sulawesi, dan Balai Pengembangan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) serta kalangan perguruan tinggi dan stakeholder terkait.(*)











