Oleh H Rukman Nawawi
MEDIASINERGI.CO. SIWA — Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia. Bulan yang penuh keberkahan dan keutamaan. Bulan yang pada saat itu pintu-pintu neraka akan ditutup, pintu-pintu surga dibuka, pahala dilipatgandakan dan diampuni dosa-dosa bagi siapa saja yang melaksanakan berpuasa.
Bulan Ramadhan juga menjadi waktu yang sangat baik bagi setiap Orang muslim untuk memanjatkan doa.
Pengurus Masjid Jamiatul Khaeriyah Siwa Kabupaten Wajo mengajak para jamaah untuk melaksanakan diolag interktif kepada Gurunda Drs. KH Muhammad Ideman Salewe M. Thi. dipandu H Ardi Abdin Rabu 5 April 2023.
Di bulan Suci Ramadhan yang bisa dimaksimalkan untuk membaca Al- Quraan dan berdoa melaksanakan shalat sunnah .
Pelaksanaan cara sholat jamak takhir bagi umat muslim. Cara sholat jamak takhir ini biasanya digunakan bagi para musafir. Sholat jamak takhir adalah keringanan dari Allah dalam pelaksanaan sholat lima waktu.
Sholat lima waktu adalah ibadah yang wajib dikerjakan oleh umat Islam. Pentingnya ibadah sholat dalam kehidupan beragama seorang muslim membuat Rasulullah SAW mengibaratkannya seperti tiang utama dari suatu rumah atau bangunan. Ketika tiang utama ini roboh, maka kemah atau bangunannya pun akan ikut roboh.
Namun, meskipun sholat lima waktu tidak boleh ditinggalkan, Allah SWT memberikan keringanan kepada manusia dalam kondisi-kondisi sulit. Keringanan yang dimaksud adalah menjamak sholat.
Menurut Anregurutta KH Muhammad Idman Salewe untuk laksanakan sholat jamak adalah dua shalat wajib yang dikerjakan di salah satu waktu, baik mengerjakan di waktu sholat yang pertama (jamak takdim) atau dikerjakan di waktu sholat yang kedua (jamak takhir). Sholat yang boleh dijamak adalah sholat Zhuhur dengan sholat ‘Ashar, dan sholat Maghrib dengan sholat Isya’.
Menurut Ideman Salewe ada beberapa dalil yang memperbolehkannya seseorang untuk menjamak sholat antara lain,
“Allah menghendaki kemudahan atas kalian, dan tidak menghendaki kesulitan.” atau “Dan dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu suatu kesempitan dalam beragama.”
Lebih jauh menjelas Anregurutta Ideman Salewe bahwa, “Apabila Rasulullah SAW berangkat menuju perjalanan sebelum tergelincir matahari, beliau akhirkan shalat dzhuhur ke waktu ‘ashar. Kemudian beliau berhenti untuk menjamak shalat keduanya. Dan jika matahari tergelincir sebelum ia berangkat, maka beliau shalat Zhuhur terlebih dahlu kemudian naik kendaraan.” (HR. Bukhari).
Namun, perlu ditegas kata Idman Salewe bahwa menjamak sholat hanya boleh dilakukan ketika seorang muslim kesulitan atau berat untuk sholat sesuai dengan waktunya, misalnya seperti sedang bepergian atau menderita suatu penyakit.
Selain mengetahui keringanan yang diberikan oleh Allah SWT, kita juga harus tahu bagaimana tata cara sholat jamak takhir, yaitu jenis sholat jamak yang akan dibahas.
Tata Cara Sholat Jamak Takhir Dzuhur dan Ashar
Tata cara sholat jamak takhir dzuhur dan ashar dilaksanakan pada waktu sholat yang terakhir. Jadi, Anda bisa menjamak sholat dzuhur dan ashar pada waktu ashar.
Bacaan niat dan tata cara sholat jamak takhir dzuhur dan ashar:
Membaca niat sholat jamak takhir Dzuhur dan Ashar.
“Ushollii fardlozh zhuhri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al ashri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: “Aku sengaja sholat fardu dhuhur empat rakaat yang dijama’ dengan Ashar, fardu karena Allah Ta’aala.”
Takbiratul ihram.
Lalu melaksanakan sholat Dzuhur empat rakaat seperti biasa.
Setelah melaksanakan sholat Dzuhur langsung melanjutkan dengan menunaikan sholat Ashar empat rakaat beserta membaca niat sholat Ashar tanpa ada pemisah untuk melakukan sholat sunnah.
“Ushollii fardlol ‘ashri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’azh zhuhri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: “Aku sengaja sholat fardu Ashar 4 rakaat yang dijamak dengan dhuhur, fardu karena Allah Ta’aala.”
Sementata Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya seperti pelaksanaan sholat jamak takhir dzuhur dan ashar, tata cara sholat jamak takhir maghrib dan isya’ dilakukan pada waktu sholat yang terakhir, yaitu sholat isya’. Adapun tata cara sholat jamak takhir maghrib dan isya’ adalah sebagai berikut:
Membaca bacaan niat sholat jamak takhir Maghrib dan Isya.
“Ushollii fardlozh maghribi thalaatha raka’aatin majmuu’an ma’al ‘isyaa’i Jam’a ta-khiirinin adaa-an lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: “Aku sengaja sholat fardu maghrib 3 rakaat yang dijama’ dengan isyak, dengan jamak takhir, fardu karena Allah Ta’aala.”
Takbiratul ihram.
Lalu melaksanakan sholat maghrib tiga rakaat seperti biasa.
Setelah menunaikan sholat Maghrib dilanjutkan dengan sholat Isya dan membaca niat sholat Isya 4 rakaat tanpa ada pemisah untuk melakukan sholat sunnah.
“Ushollii fardlozh ‘isyaa’i arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al magribi Jam’a ta-khiirinin adaa-an lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: “Aku berniat sholat isya’ empat rakaat yang dijama’ dengan magrib, dengan jamak takhir, fardhu karena Allah Ta’aala.”
Pelaksanaan Sholat Jamak dengan kondisi yang memperbolehkan seorang muslim menjamak sholat ada banyak sekali, namun semua kondisi tersebut memiliki satu karakteristik yang sama, yaitu masyaqqah (adanya kesulitan).
Misalnya seseorang yang melakukan perjalanan jauh, dan dalam perjalanannya sulit menemukan tempat atau waktu yang pas untuk melaksanakan sholat fardhu. Atau seorang ibu yang menyusui, dan anaknya terus-menerus menangis sehingga membuat sang ibu kesulitan untuk sholat tepat waktu.
Selain ada sebab-sebabnya, melaksanakan sholat jamak juga harus mematuhi syarat yang ada. Berikut ini ada beberapa syarat-syarat yang harus dipatuhi dalam melaksanakan sholat jamak:
Bacaan niat sholat jamak harus sesuai dengan pengerjaannya.
Muwalah atau bersegera. Di antara kedua sholat yang digabung atau dijamak, harus langsung dilanjut. Tidak ada pemisah untuk melakukan salat sunnah.
Masih berstatus sebagai musafir atau masih dalam perjalanan jauh dan belum sampai ke tujuan. Misalnya, ketika sedang takbiratul ihram sampai sholat yang kedua Anda masih berada dalam waktu syarat sahnya menjamak sholat.(*)



