Home / Hukum & Kriminal

Sabtu, 29 April 2023 - 12:47 WIB

Menguak Kematian Virendy Pengacara Desak Kepolisian Telusuri Locus Delicti Malino

Dugaan lokasi TKP kematian Virendy

Dugaan lokasi TKP kematian Virendy

MEDIASINERGI.CO. MAKASSAR — Pasca 100 hari kematian Virendy Marjefy Wehantouw (19), mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Arsitektur Universitas Hasanuddin (Unhas) saat mengikuti kegiatan Pendidikan Dasar dan Orientasi Medan (Diksar dan Ormed) XXVII UKM Mapala 09 Senat Mahasiswa FT Unhas. Namun kepergian Almarhum yang begitu tragis masih meninggalkan misteri yang belum dapat terkuak secara transparan hingga saat ini.

Hal itu dikemukakan kuasa hukum keluarga Virendy, Yodi Kristianto, SH, MH, Sabtu (29/04/2023) ketika menjawab pertanyaan awak media terkait perkembangan penanganan kasus yang masih dalam tahap penyidikan aparat Kepolisian Resor (Polres) Maros.

Salah satu yang menjadi sorotan pihak kuasa hukum adalah hasil investigasi terhadap locus delicti kematian Virendy, yang telah dipaparkan secara rinci dalam gelar perkara di Polda Sulsel yang tidak direkomendasikan dalam proses penyidikan perkara.

“Kami sudah memaparkan secara rinci kronologi kematian Virendy, berikut analisis hukum terhadap kematian korban beserta bukti-bukti dugaan penganiayaan di tubuh korban (yang kemudian didukung hasil visum), fakta-fakta yang ditemukan dalam investigasi yang dilakukan pihak kuasa hukum, yang berlawanan dengan keterangan pihak Mapala,” beber Yodi.

Termasuk dugaan locus delicti yang berbeda dengan penyidik, dan hal ini telah dipaparkan di hadapan Propam dan Irwasda Polda Sulsel, dalam gelar perkara yang dipimpin langsung Wassidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan dihadiri oleh keluarga korban, penyidik Polres Maros, serta beberapa pihak terkait lainnya.

“Hasil investigasi kami didukung sejumlah bukti dan saksi serta pengakuan warga yang melihat, mendengar dan menyaksikan langsung peristiwa itu pada rentang waktu dan hari yang sama dengan waktu kematian Virendy,” ujarnya.

“Terlalu kecil kemungkinannya jika hal yang demikian adalah sebuah kebetulan, jika melihat ciri-ciri dan jumlah peserta dan panitia, berikut rentang waktunya,” terangnya.

Baca Juga:  Mantan Wali Kota Blitar Rampok Wali Kota Blitar

Dalam perkembangannya pihak kuasa hukum menyatakan bahwa hasil investigasi terkait locus delicti Virendy tidak ditindaklanjuti pihak kepolisian.

“Kami tidak menerima informasi lebih lanjut mengenai penyidikan terkait locus delicti kematian Virendy berdasarkan hasil investigasi pihak kuasa hukum. Pihak Penyidik cenderung ‘memaksakan’ lokasi kematian berdasarkan keterangan pengurus Mapala, sekalipun tidak didukung bukti dan saksi yang menguatkan,” jelasnya.

Hal ini sangat disayangkan, sebab fakta baru tersebut menurut pihak kuasa hukum dapat menjadi titik terang dalam penyidikan kasus Virendy, terutama petunjuk dalam mengungkapkan tersangka.

“Sebagian saksi di Malino bahkan bisa menunjuk langsung salah satu yang diduga kuat adalah tersangka utama dalam kasus kematian Virendy. Kami sangat mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini tanpa mengabaikan pendapat profesional kami yang berguna dalam proses penyidikan,” tegas Yodi Kristianto.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya menelusuri sejumlah kasus yang ditangani oleh pihak kepolisian yang terkait dengan Mapala. Salah satunya adalah kasus yang menewaskan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin yang hampir mirip dengan kasus Virendy.

“Dalam kasus kematian mahasiswa Fakultas Sastra Unhas itu, pihak Penyidik menyimpulkan bahwa korban meninggal akibat penyakit bawaan, padahal awalnya juga diduga meninggal akibat penganiayaan,” kata Yodi.

“Tidak ada yang mempertanyakan hasil autopsi pihak Biddokkes Polda waktu itu (baca : mungkin tidak dampingi kuasa hukum). Tetapi sejauh investigasi kami di lapangan setidaknya ada dua kasus (termasuk kasus Virendy) kematian mahasiswa dalam enam bulan terakhir,” tukasnya.

Kasus terakhir sebelum Virendy adalah kematian mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia, dalam kegiatan Diksar Senat Mahasiswa dengan dugaan penganiayaan (dilaporkan sang Ayah yang juga adalah salah satu dosen di Universitas tersebut), tetapi lagi-lagi mendapat keterangan resmi dari pihak kepolisian bahwa tidak ditemukan adanya unsur penganiayaan, padahal ditemukan pula luka dan lebam pada tubuh korban.

Baca Juga:  Polres Pinrang Ungkap Pelaku Pencabulan Belasan Anak di Desa Siwolong Polong

“Sangat wajar jika sejauh ini berbagai pihak meragukan kredibilitas kepolisian dalam menangani perkara kematian Virendy termasuk kami pihak kuasa hukum mengingat kasus-kasus serupa yang ditangani. Kami sekali lagi mendesak kepolisian untuk bekerja secara profesional dalam kasus ini, mengingat hal yang demikian bukan hanya pertaruhan kredibilitas Polri tetapi kepercayaan publik sepenuhnya,” tutup Yodi Kristianto.

Objek TKP

Sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya di berbagai media, ditengah simpang siurnya informasi dan belum jelasnya motif atau penyebab pasti kematian Virendy, belakangan muncul kabar dan temuan baru yang diharapkan bisa menjadi petunjuk bagi aparat kepolisian dalam melakukan penyelidikan untuk mengungkap dan membuat kasus tewasnya mahasiswa Arsitektur Unhas itu menjadi terang benderang.

Kabar terbaru yang diterima pihak keluarga almarhum Virendy pada akhir Januari 2023 dan langsung ditindaklanjuti dengan melakukan investigasi di lapangan, hasil awalnya semakin menimbulkan kecurigaan dan dugaan adanya skenario dan pengaburan fakta terkait tempat kejadian perkara (TKP) yang ditengarai dilakukan pihak Mapala 09 FT Unhas untuk berusaha menutup-nutupi kasus ini agar bisa lepas dari jeratan hukum.

Peristiwa kematian Virendy saat mengikuti kegiatan Diksar & Ormed XXVII UKM Mapala 09 Senat Mahasiswa FT Unhas pertama kali disampaikan oleh Ibrahim (Ketua Mapala 09 FT Unhas) kepada keluarga almarhum pada Sabtu (14/01/2023) pagi di RS Grestelina Makassar dengan menyebutkan TKP adalah daerah perbukitan di wilayah Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros.

Share :

Baca Juga

Hukum & Kriminal

Kejaksaan Tangkap Pengacara UL Terkait Dugaan Korupsi BOK

Hukum & Kriminal

Dua Tersangka Penyalahgunaan Narkoba Diringkus Sat Res Narkoba Polres Wajo

Hukum & Kriminal

Dua Pelaku Penganiayaan Anak, Jalani Pemeriksaan Kejiwaan

Hukum & Kriminal

Rocky Gerung Diadang Massa Usai Diperiksa di Kawasan Mabes Polri

Hukum & Kriminal

Akhirnya Polisi Tangkap Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

Hukum & Kriminal

Operasi Cipta Kondisi, Polsek Tempe Amankan 155 Liter Miras Jenis Ballo

Hukum & Kriminal

Kekerasan Seksual: Ibu Cabuli Anak Kandungnya di Kota Tangerang Selatan

Hukum & Kriminal

Sidang Kasus Kematian Virendy, Ibu Kandung Terdakwa Berharap Majelis Hakim Berikan Putusan Terbaik