Home / Feature

Minggu, 15 Maret 2026 - 11:49 WIB

STRATEGI SHADOW POWER: BAGAIMANA OPERASI INTELIJEN, MEDIA GLOBAL, DAN TEKNOLOGI DIGITAL MEMBENTUK POLITIK DUNIA MODERN

Benz Jono Hartono (Praktisi Media Massa, Vice Director Confederation ASEAN Journalist (CAJ) PWI Pusat Executive Director HIAWATHA Institute).

Benz Jono Hartono (Praktisi Media Massa, Vice Director Confederation ASEAN Journalist (CAJ) PWI Pusat Executive Director HIAWATHA Institute).

MEDIASINERGI.CO

Dalam era geopolitik modern, kekuatan negara tidak lagi hanya diukur dari jumlah tentara, persenjataan, atau luas wilayah. Kekuatan kini juga hadir dalam bentuk yang lebih halus dan tidak selalu terlihat, pengaruh informasi, jaringan intelijen, kontrol teknologi, serta kemampuan membentuk persepsi global.

Banyak analis hubungan internasional menyebut fenomena ini sebagai “shadow power”—kekuatan bayangan yang bekerja di balik panggung politik dunia. Ia jarang muncul dalam deklarasi resmi, tetapi dampaknya dapat menentukan arah kebijakan global, konflik internasional, bahkan stabilitas suatu negara.

Baca Juga:  Aksi Simpatik Satlantas Polres Wajo, Bagi-bagi Masker Hingga Sembako ke Warga

Evolusi Kekuatan dalam Politik Internasional

Sejak berakhirnya Perang Dunia II, dunia memasuki era persaingan global antar kekuatan besar. Pada masa Perang Dingin, strategi geopolitik tidak hanya dilakukan melalui perang terbuka, tetapi juga melalui operasi intelijen, propaganda, serta pengaruh ideologi.

Dalam periode ini, negara-negara besar mengembangkan lembaga intelijen yang sangat kuat, seperti:

  • Central Intelligence Agency (CIA)
  • National Security Agency (NSA)

Di sisi lain, beberapa negara juga membangun sistem intelijen yang sangat efektif dalam operasi global, seperti Mossad dari Israel. Melalui jaringan tersebut, negara dapat mengumpulkan informasi strategis, mempengaruhi dinamika politik internasional, dan melindungi kepentingan nasionalnya.

Baca Juga:  Berbagi di Tengah Pandemi, Protokol Kesehatan Tetap Dijaga

Media Global sebagai Instrumen Pengaruh
Selain intelijen, media internasional memainkan peran penting dalam membentuk persepsi dunia.

Media global tidak hanya melaporkan peristiwa, tetapi juga membingkai (framing) bagaimana suatu peristiwa dipahami oleh publik. Dalam konteks geopolitik, framing tersebut dapat mempengaruhi legitimasi suatu kebijakan atau tindakan negara.

Di era modern, jaringan media, lembaga penelitian, universitas, dan think-tank sering menjadi bagian dari ekosistem produksi narasi global.

Share :

Baca Juga

Feature

RESIKO PUNYA PRESIDEN MANTAN JENDERAL MILITER

Feature

TANGISAN IBLIS DI DEPAN PINTU LANGIT

Feature

Inspirasi Delapan Perempuan Tangguh Mesir Warnai Koleksi Lebaran

Feature

Pembangunan Depo Peti Kemas untuk Perkuat Logistik Papua Selatan, Bappenas Tinjau Pelabuhan Merauke

Feature

Kalender Hijriah dengan Perhitungan Penanggalan Islam

Feature

Bakal Dibangun Rumah Adat Kuno Sawerigading Menjadi Aikon Wisata

Feature

Ramadhan Wadah  Terbaik Meningkatkan Ketakwaan

Feature

Shalat Witir di Bulan Suci Ramadhan